PAMEKASAN | Sentrapos.co.id – Media sosial kembali diramaikan dengan video viral yang menampilkan aksi nyawer dan joget seorang pria berinisial YD di atas panggung konser halalbihalal pedangdut Valen Akbar di Pamekasan.
YD diketahui merupakan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pratama Pakong Yayasan Fatimah Maju Bersama sekaligus mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aksinya menuai sorotan lantaran dinilai tidak biasa dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Peristiwa tersebut terjadi saat konser yang digelar di Gedung Bakorwil Pamekasan, Rabu (25/3/2026) malam. Dalam video yang beredar luas, YD tampak naik ke atas panggung, berjoget, serta menghamburkan uang di hadapan penyanyi.
Tak hanya sekadar menyawer, aksi YD menjadi perhatian karena uang yang dibawanya sempat digesekkan ke arah penyanyi sebelum akhirnya dihamburkan ke panggung. Suasana pun semakin riuh dengan sorak penonton.
Klarifikasi Panitia: Tidak Ada Joget Massal
Di tengah viralnya video tersebut, pihak penyelenggara dari Pamekasan Kreatif memberikan klarifikasi terkait situasi di lokasi acara.
“Kami membantah perspektif bahwa konser dangdut identik dengan kerusuhan, joget, dan mabuk-mabukan. Di acara semalam kami tidak melihat penonton joget,” ujar Kuswanto, perwakilan panitia.
Menurutnya, suasana konser berlangsung tertib dan kondusif. Penonton lebih fokus menikmati pertunjukan musik dibanding melakukan aksi joget seperti yang ramai diperbincangkan.
Penonton Disebut Lebih Tertib
Kuswanto menegaskan bahwa mayoritas pengunjung menikmati konser dengan suasana yang relatif khidmat dan terkendali.
“Yang terdengar justru riuh haru saat menikmati suara penyanyi. Banyak penonton mengabadikan momen dengan ponsel masing-masing,” lanjutnya.
Ia juga menilai konser tersebut tidak semestinya dipandang negatif karena selain sebagai hiburan, acara tersebut turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal.
YD Minta Maaf, Tegaskan Bukan Atas Nama MBG
Menanggapi viralnya video tersebut, YD akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik serta menjelaskan konteks kehadirannya dalam acara tersebut.
“Saya diundang atas nama BM Emas yang sejak awal mendukung Valen, bukan sebagai mitra MBG,” ujar YD.
YD menjelaskan bahwa aksinya bermula dari tradisi nyawer biasa, namun kemudian terbawa suasana hingga menjadi berlebihan.
“Awalnya hanya nyawer biasa, tapi terbawa suasana hingga seperti itu. Ini menjadi masukan besar bagi saya,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya, namun berharap tidak berdampak pada para pekerja yang menggantungkan hidup dari usahanya.
“Kalau saya diberhentikan tidak masalah, tapi kasihan mereka yang sudah bekerja,” imbuhnya.
Viral dan Tuai Pro-Kontra
Hingga kini, video aksi YD masih ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet menilai aksi tersebut berlebihan, sementara lainnya menganggapnya sebagai bagian dari hiburan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap di ruang publik, terutama bagi pihak yang memiliki keterkaitan dengan program pemerintah atau lembaga sosial. (*)
Poin Utama
- Video aksi nyawer dan joget YD viral di media sosial
- YD merupakan mitra MBG sekaligus pemilik SPPG Pratama Pakong
- Aksi terjadi saat konser halalbihalal Valen Akbar di Pamekasan
- Panitia membantah adanya suasana tidak tertib atau joget massal
- YD menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi
- YD tegaskan hadir bukan atas nama program MBG
- Publik terbelah, muncul pro dan kontra di media sosial




















