Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Generasi Muda Bangun Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan

27
×

Waka MPR Lestari Moerdijat Dorong Generasi Muda Bangun Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | SentraPos.co.id – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lestari Moerdijat, mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

“Potensi yang dimiliki para pemuda harus mampu mendorong upaya untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tanah air,” ujar Lestari Moerdijat—yang akrab disapa Rerie—dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rerie dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Internasional yang diperingati setiap 24 Januari. Pada 2026 ini, Hari Pendidikan Internasional mengusung tema The Power of Youth in Co-creating Education, yang menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan sistem pendidikan masa depan.

Berdasarkan data Global Youth Check 2024, populasi pemuda dunia berusia 10–30 tahun mencapai sekitar 1,8 miliar jiwa atau 21,9 persen dari total populasi global. Sementara di Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat, jumlah pemuda berusia 16–30 tahun mencapai 23,5 persen dari total penduduk.

Menurut Rerie, besarnya proporsi generasi muda tersebut merupakan modal sosial strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Momentum peringatan Hari Pendidikan Internasional ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk memaksimalkan upaya mewujudkan pendidikan inklusif dan bermutu untuk semua,” tegasnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi X itu menilai, generasi muda memiliki potensi besar sebagai kekuatan pendorong pembangunan berkelanjutan, inovasi, dan transformasi sosial, khususnya di sektor pendidikan nasional.

Namun demikian, Rerie juga mengingatkan bahwa generasi muda Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam beradaptasi dengan perubahan cepat di era globalisasi dan digitalisasi.

Untuk itu, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut mendorong adanya kolaborasi kuat antara pemangku kepentingan, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat, guna menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan inklusif.

“Dengan ekosistem pendidikan yang baik, setiap anak bangsa diharapkan mampu mengembangkan potensinya secara maksimal dan berkontribusi nyata dalam proses pembangunan nasional,” pungkas Rerie. *