GRESIK | Sentrapos.co.id — Praktik bisnis prostitusi berkedok warung kopi atau “warung pangku” di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, kembali meresahkan warga. Aktivitas tersebut bahkan dilaporkan langsung ke pihak kepolisian melalui layanan pengaduan masyarakat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polres Gresik langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di ruko Desa Banjarsari, Cerme, Minggu (29/3/2026).
Kapolres Gresik, Ramadhan Nasution, menyatakan operasi ini melibatkan sejumlah satuan, mulai dari Satsabhara, Satnarkoba hingga Siepropam.
“Mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung melakukan sidak dan penyisiran menyeluruh di lokasi,” tegasnya.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sebanyak 16 orang yang terdiri dari empat penjaga, sepuluh tamu, serta dua pemandu lagu atau lady companion (LC). Selain itu, polisi juga menyita puluhan botol minuman keras dari lokasi.
“Total ada sekitar 93 botol minuman keras berbagai merek yang kami amankan sebagai barang bukti,” jelasnya.
Tak hanya itu, seluruh orang yang diamankan juga menjalani tes urine di tempat. Hasilnya, 15 orang dinyatakan negatif narkotika, sementara satu orang terdeteksi positif amphetamine (AMP).
“Yang bersangkutan mengaku mengonsumsi obat antibakteri. Namun, hal ini masih kami dalami lebih lanjut,” tambahnya.
Meski pihak pengelola berdalih tidak menjual minuman keras secara terbuka, temuan puluhan botol miras memperkuat dugaan adanya pelanggaran hukum di lokasi tersebut.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik, Arya Widjaya, menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dikembangkan, termasuk dugaan praktik prostitusi hingga potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kami terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran pidana lain demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Polres Gresik juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110 atau layanan “Lapor Cak Rama” via WhatsApp di nomor 0811-8800-2006.
Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen aparat dalam memberantas penyakit masyarakat yang meresahkan, khususnya pasca bulan Ramadan, di mana aktivitas serupa kerap kembali muncul. (*)
Poin Utama Berita
- Warung pangku di Cerme, Gresik digerebek polisi usai laporan warga
- 16 orang diamankan, terdiri dari penjaga, tamu, dan LC
- Polisi menyita 93 botol minuman keras sebagai barang bukti
- Satu orang terdeteksi positif amphetamine dari hasil tes urine
- Dugaan praktik prostitusi hingga TPPO masih didalami
- Operasi melibatkan Satsabhara, Satnarkoba, dan Propam
- Polisi buka layanan aduan masyarakat untuk pemberantasan penyakit sosial



















