YOGYAKARTA | Sentrapos.co.id – Potensi cuaca ekstrem diprediksi akan mempengaruhi libur Lebaran 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya di kawasan pantai selatan. Pemerintah mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman hujan mendadak, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, saat apel kesiapsiagaan pengamanan wisata Satlinmas Rescue Istimewa se-DIY di Pantai Siung, Gunungkidul.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca selama libur Lebaran berpotensi berubah secara cepat dan sulit diprediksi.
“Selama libur Lebaran ini memang ada potensi hujan dadakan bahkan hujan ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Selain itu, gelombang di pantai selatan juga diperkirakan cukup tinggi dan berbahaya,” ujar Ruruh, Sabtu (21/3/2026).
Ia menegaskan karakter ombak di pantai selatan DIY sangat berbahaya, terutama karena adanya arus balik yang kuat.
“Ombak di pantai selatan ini dikenal kuat dan memiliki arus balik yang berbahaya. Kami sangat menyarankan wisatawan untuk tidak bermain air di laut,” tegasnya.
Meski demikian, pemerintah tidak menutup akses wisata. Pengunjung tetap diperbolehkan menikmati kawasan pantai dengan syarat mematuhi rambu keselamatan dan arahan petugas di lapangan.
“Silakan menikmati keindahan pantai, tetapi tetap di area aman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” imbuhnya.
Pos Pemantauan Siaga 24 Jam
Sebagai langkah mitigasi, BPBD DIY telah menyiapkan pos pemantauan hidrometeorologi yang beroperasi selama 24 jam penuh sepanjang periode libur Lebaran.
Setiap pos diperkuat oleh personel gabungan dari BPBD kabupaten/kota untuk memastikan pemantauan berjalan optimal serta memberikan respons cepat terhadap potensi bencana.
“Minimal empat personel kami tempatkan di setiap pos untuk memastikan pemantauan optimal dan bisa langsung memberikan pendampingan kepada masyarakat maupun wisatawan,” jelas Ruruh.
Lebih lanjut, status siaga darurat hidrometeorologi di DIY berpotensi diperpanjang hingga 19 April 2026, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi meski puncak musim hujan telah berlalu.
Sektor Wisata Perkuat Antisipasi
Di sisi lain, Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan kesiapan pengamanan di destinasi wisata, khususnya yang berbasis alam.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Nanang Putranto, menyebut koordinasi intensif telah dilakukan bersama BPBD dan Satlinmas Rescue Istimewa.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan tetap terjaga tanpa mengurangi kenyamanan selama libur Lebaran.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan menghindari aktivitas berisiko tinggi, terutama di kawasan pantai selatan DIY yang dikenal memiliki gelombang kuat. (*)




















