JAKARTA | Sentrapos.co.id – Usulan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kembali mencuat. Anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan, mengusulkan agar penerapan WFH dilakukan setiap hari Rabu, bukan Jumat.
Langkah ini dinilai strategis untuk menghindari potensi penyalahgunaan kebijakan yang dapat berujung pada libur panjang oleh masyarakat.
Menurut Irawan, penerapan WFH pada hari Jumat berisiko dimaknai sebagai bagian dari akhir pekan, sehingga tidak efektif dalam mencapai tujuan kebijakan.
“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang,” ujar Irawan, Jumat (27/3/2026).
Ia juga menilai penerapan WFH pada hari Senin atau Kamis memiliki risiko serupa. Jika dilakukan pada Senin, masyarakat bisa memperpanjang libur akhir pekan. Sementara jika diterapkan pada Kamis, ada potensi banyak pihak mengambil cuti di hari Jumat.
Karena itu, Irawan menilai hari Rabu sebagai pilihan paling ideal karena berada di tengah pekan, sehingga dapat menjaga ritme kerja tetap produktif tanpa memicu perilaku “cuti terselubung”.
“Kebijakan WFH itu positif untuk pengurangan konsumsi energi,” tegasnya.
Pemerintah sendiri tengah mengkaji skema WFH satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari strategi nasional untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini muncul di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memengaruhi stabilitas energi dunia.
Selain menekan penggunaan BBM, kebijakan WFH juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi kerja, serta mendukung gaya kerja yang lebih fleksibel di era digital.
Jika direalisasikan, kebijakan ini berpotensi menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup pekerja. (*)
Poin Utama
- DPR usulkan WFH diterapkan setiap hari Rabu
- Hindari potensi libur panjang jika dilakukan Jumat
- WFH dinilai efektif menekan konsumsi BBM nasional
- Pemerintah kaji WFH 1 hari per minggu
- Dampak konflik global dorong efisiensi energi
- Rabu dianggap ideal karena di tengah pekan




















