Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Korban Tewas Gempa M6,7 Sulawesi Tengah Bertambah Jadi 3 Orang, Lebih dari 6.400 Warga Terdampak

14
×

Korban Tewas Gempa M6,7 Sulawesi Tengah Bertambah Jadi 3 Orang, Lebih dari 6.400 Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Korban Tewas Gempa M6,7 Sulawesi Tengah Bertambah Jadi 3 Orang, Lebih dari 6.400 Warga Terdampak

SIGI | Sentrapos.co.id – Dampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi tiga orang, sementara 108 warga mengalami luka-luka dan 6.412 jiwa terdampak bencana.

Berdasarkan data terbaru BNPB, sebanyak 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang lainnya luka ringan. Sementara jumlah masyarakat terdampak tercatat mencapai 2.109 kepala keluarga (KK) atau 6.412 jiwa, dengan Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Data BNPB mencatat tiga korban meninggal dunia, 108 korban luka, serta lebih dari 6.400 warga terdampak akibat gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah.”


Kabupaten Sigi Alami Dampak Terparah

BNPB menyebut ketiga korban meninggal dunia berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Sigi, yakni Desa Ampera, Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki.

Selain korban jiwa, kerusakan fisik juga terjadi di berbagai wilayah.

Sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian:

  • 1.472 rumah rusak ringan
  • 111 rumah rusak sedang
  • 69 rumah rusak berat

Tidak hanya rumah warga, puluhan fasilitas umum dan fasilitas sosial ikut mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.


Rumah Ibadah, Sekolah, dan Kantor Pemerintah Rusak

BNPB juga mencatat kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, meliputi:

  • 42 rumah ibadah
  • 13 bangunan sekolah
  • 8 gedung perkantoran, termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA
  • 2 rumah adat
  • 8 jaringan air bersih yang mengalami gangguan

Kerusakan tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan pelayanan publik di wilayah terdampak.

“Selain permukiman warga, gempa juga merusak fasilitas pendidikan, perkantoran, rumah ibadah hingga jaringan air bersih.”


BMKG Catat 703 Gempa Susulan

Gempa utama terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, aktivitas seismik masih berlangsung.

Hingga Kamis (18/6/2026), BMKG telah mencatat 703 kali gempa susulan, dengan 25 di antaranya masih dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kondisi tersebut membuat warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.


Status Tanggap Darurat dan Bantuan Terus Disalurkan

Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari guna mempercepat penanganan bencana.

Wakil Bupati Sigi ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait terus menyalurkan bantuan berupa:

  • Tenda pengungsi
  • Tenda keluarga
  • Paket sembako
  • Matras
  • Selimut
  • Kasur lipat
  • Dukungan logistik lainnya

Personel gabungan juga melakukan pembersihan puing bangunan serta pendataan korban dan kerusakan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Dalam waktu dekat, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Sigi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah, serta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas.” (*)


Poin Utama Berita

  • Korban meninggal dunia akibat gempa M6,7 Sulawesi Tengah bertambah menjadi 3 orang.
  • Sebanyak 108 warga mengalami luka-luka, terdiri dari 17 luka berat dan 91 luka ringan.
  • BNPB mencatat 6.412 jiwa atau 2.109 KK terdampak, dengan Kabupaten Sigi sebagai wilayah paling parah.
  • Sebanyak 1.652 rumah mengalami kerusakan, termasuk fasilitas umum, sekolah, rumah ibadah, dan kantor pemerintah.
  • BMKG mencatat 703 gempa susulan, 25 di antaranya masih dirasakan warga.
  • Pemerintah Kabupaten Sigi menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.
  • BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan logistik serta melakukan penanganan darurat.