Karya Sutradara Antoine Fuqua Sukses Meraup Pendapatan Global USD 911,9 Juta, Gusur Dominasi Bohemian Rhapsody Meski Sempat Rogoh Kocek USD 50 Juta untuk Syuting Ulang.
JAKARTA, Sentrapos.co.id – Industri perfilman global resmi mencatat sejarah baru yang monumental di pertengahan tahun 2026. Film biopik sang King of Pop Michael Jackson yang bertajuk Michael sukses menasbihkan diri sebagai film biopik musik dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Berdasarkan data terbaru dari Deadline, film yang dibintangi oleh keponakan kandungnya sendiri, Jaafar Jackson, kini telah mengantongi pendapatan global fantastis sebesar USD 911,9 juta (sekitar Rp14,9 triliun).
Pencapaian luar biasa ini membuat Michael sukses melampaui rekor abadi yang selama bertahun-tahun dipegang oleh Bohemian Rhapsody (2018). Film biopik legendaris tentang Freddie Mercury dan band Queen tersebut sebelumnya memimpin bioskop global dengan total pendapatan USD 910,9 juta. Menariknya, kesuksesan ini menjadi kebanggaan ganda bagi produser Graham King. Pria genius ini merupakan sosok visioner di balik kedua film tersebut, yang berarti ia sukses memecahkan rekor dunia miliknya sendiri.
“Film ‘Michael’ berhasil mengumpulkan USD 358,6 juta dari pasar domestik Amerika Serikat dan USD 553,3 juta dari pasar internasional. Performa impresif di bawah arahan sutradara Antoine Fuqua ini bahkan diprediksi akan segera menembus angka psikologis USD 1 miliar, mengingat film ini baru saja memulai masa penayangannya di pasar raksasa Jepang.”— Laporan Resmi Box Office Deadline, Selasa (16/6/2026).
Namun, di balik kegemilangan angka box office tersebut, perjalanan produksi film di bawah naungan Lionsgate ini nyatanya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Studio raksasa tersebut sempat menghadapi tantangan internal yang sangat krusial terkait aspek narasi sejarah. Lionsgate dipaksa merogoh kocek tambahan hingga USD 50 juta (sekitar Rp819 miliar) hanya untuk melakukan proses syuting ulang (reshoot).
Langkah ekstrem ini harus diambil setelah tim mendeteksi adanya kekeliruan fatal pada draf naskah yang melibatkan salah satu sosok penuduh Michael Jackson. Demi menjaga integritas dan objektivitas cerita, bagian dramatisasi yang menyimpang tersebut akhirnya dipangkas total dari versi final. Keputusan mahal yang penuh risiko itu terbukti berbuah manis dan terbayar lunas lewat ulasan positif serta ledakan animo penonton di bioskop global.
Selain menyabet mahkota film biopik musik terlaris sejagat, film Michael juga memborong serangkaian rekor prestisius lainnya. Sinema ini resmi menjadi rilisan teatrikal dengan pendapatan global terbesar sepanjang sejarah berdirinya studio Lionsgate. Tidak hanya itu, proyek ambisius ini juga sukses mencetak rekor pembukaan akhir pekan (opening weekend) domestik dan internasional terbesar untuk kategori biopik di 65 negara, menjadikannya salah satu produk budaya pop paling sukses di dekade ini. (*)
Poin Utama Berita
- Rekor Dunia Baru: Film Michael resmi menjadi film biopik musik terlaris sepanjang masa dengan pendapatan global mencapai USD 911,9 juta.
- Gusur Bohemian Rhapsody: Pendapatan film ini sukses melewati pencapaian film biopik Freddie Mercury yang meraup USD 910,9 juta.
- Produser Pemecah Rekor: Graham King menjadi produser di balik kedua film legendaris tersebut, memecahkan rekor box office miliknya sendiri.
- Rincian Pendapatan: Kontribusi bioskop domestik Amerika Serikat menyumbang USD 358,6 juta, sementara pasar internasional menyuntikkan USD 553,3 juta.
- Biaya Syuting Ulang: Lionsgate sempat mengeluarkan dana darurat sebesar USD 50 juta untuk merombak naskah sensitif terkait penuduh Michael Jackson.
- Target USD 1 Miliar: Penayangan perdana yang baru saja dimulai di Jepang diproyeksikan kuat membawa film ini menembus angka USD 1 miliar di tahun 2026.












