Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORINTERNASIONALPERISTIWA

Timur Tengah Memanas! Trump Perintahkan Serangan ke Iran, Teheran Tutup Total Selat Hormuz dan Hantam Kapal Tanker

48
×

Timur Tengah Memanas! Trump Perintahkan Serangan ke Iran, Teheran Tutup Total Selat Hormuz dan Hantam Kapal Tanker

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali mencapai titik kritis setelah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara ke sejumlah wilayah Iran. Teheran merespons dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

JAKARTA | Sentrapos.co.id

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki babak yang lebih berbahaya. Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara ke sejumlah wilayah strategis di Iran pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat, memicu respons keras dari Teheran yang mengumumkan penutupan total Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Langkah tersebut langsung mengguncang perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia yang menjadi lintasan utama distribusi minyak mentah global.

Militer AS menyebut operasi udara tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tindakan Iran yang dianggap terus melakukan agresi dan mengancam kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan besar mengguncang Pulau Qeshm serta sejumlah kota pelabuhan penting di sekitar Selat Hormuz, termasuk Bandar Abbas, Sirik, dan Kargan.

Akibat serangan tersebut, sedikitnya dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Selat Hormuz Ditutup Total

Ketegangan meningkat drastis setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan penutupan total Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.

Pihak IRGC menuduh Amerika Serikat telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua negara pada April 2026.

“Penutupan Selat Hormuz dilakukan sebagai langkah pertahanan dan respons terhadap pelanggaran yang dilakukan Amerika Serikat,” tegas pernyataan IRGC.

Penutupan tersebut berdampak langsung terhadap seluruh aktivitas pelayaran internasional yang melintas di kawasan tersebut, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial.

Situasi semakin mencekam ketika IRGC mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak yang disebut mencoba melintasi jalur tersebut tanpa izin.

Langkah Iran itu memicu kekhawatiran baru terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia dan lonjakan harga minyak global.

Kronologi Ketegangan AS-Iran

Eskalasi terbaru terjadi hanya sehari setelah kedua negara terlibat aksi saling serang yang memperburuk hubungan diplomatik yang sudah lama tegang.

Pemicu utama konflik disebut berkaitan dengan insiden jatuhnya helikopter Apache milik militer Amerika Serikat di wilayah Selat Hormuz.

Sebelum serangan dilancarkan, Presiden Donald Trump sempat melontarkan peringatan keras kepada Iran.

“Kita sebenarnya sudah sangat dekat dengan kesepakatan. Namun mereka terus mengulur-ulur waktu dan memperlakukan kita seperti orang bodoh,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kegagalan diplomasi yang selama beberapa bulan terakhir berupaya meredam ketegangan antara Washington dan Teheran.

Presiden Iran Balas Ancaman Trump

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras tindakan militer Amerika Serikat dan menilai serangan tersebut menyasar infrastruktur vital yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sipil.

Dalam pernyataannya melalui media sosial X, Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan militer asing.

“Infrastruktur kritis adalah urat nadi masyarakat. Ancaman untuk menargetkan mereka bukanlah unjuk kekuatan, melainkan tanda keputusasaan dalam menghadapi kehendak sebuah bangsa,” tulis Pezeshkian.

Ia juga menegaskan bahwa Iran akan tetap berdiri teguh menghadapi berbagai bentuk ancaman.

“Iran, dengan mengandalkan kemampuan para spesialisnya, persatuan nasional, dan solidaritas rakyat, akan berdiri teguh melawan tekanan maupun ancaman apa pun,” tegasnya.

Dunia Waspadai Dampak Ekonomi Global

Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius komunitas internasional karena sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melintasi jalur strategis tersebut setiap hari.

Jika konflik terus meningkat, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat memicu kenaikan harga energi global, gangguan rantai pasok internasional, hingga tekanan terhadap perekonomian sejumlah negara pengimpor minyak.

Hingga Kamis (11/6/2026), situasi di sekitar Selat Hormuz masih berlangsung tegang dan terus dipantau oleh berbagai negara serta organisasi internasional. (*)

Poin Utama Berita

  • Donald Trump memerintahkan serangan udara baru ke sejumlah wilayah Iran.
  • Ledakan dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, dan Kargan.
  • Iran menutup total Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS.
  • IRGC menuduh Amerika melanggar kesepakatan gencatan senjata.
  • Dua kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan setelah penutupan selat.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras tindakan Washington.
  • Penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.
  • Dunia mewaspadai lonjakan harga energi dan dampak ekonomi global.