Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORINTERNASIONALPERISTIWA

Trump Pamer Air Force One Baru Hadiah Qatar Rp6,5 Triliun, Jet Mewah USD400 Juta Tuai Sorotan Etik dan Keamanan

15
×

Trump Pamer Air Force One Baru Hadiah Qatar Rp6,5 Triliun, Jet Mewah USD400 Juta Tuai Sorotan Etik dan Keamanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MARYLAND | Sentrapos.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memamerkan pesawat kepresidenan baru Air Force One yang merupakan hibah dari Pemerintah Qatar. Pesawat mewah senilai sekitar USD400 juta (sekitar Rp6,5 triliun) itu diperkenalkan kepada publik di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, Jumat (19/6) waktu setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Trump mengaku puas dengan desain pesawat yang menurutnya mencerminkan seleranya sekaligus identitas Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Semuanya dirancang dengan baik. Itu selera saya. Saya suka warna bendera Amerika. Itu masuk akal,” kata Donald Trump saat memperkenalkan Air Force One baru di hadapan para pilot.

Trump juga menilai pesawat tersebut sebagai salah satu jet paling mewah yang pernah digunakan oleh Presiden Amerika Serikat. Ia secara khusus memuji kualitas panel kayu interior, kursi kulit premium, hingga kombinasi warna baru pada badan pesawat.

Warna Air Force One Diubah, Tinggalkan Desain Era Jacqueline Kennedy

Salah satu perubahan paling mencolok berada pada tampilan luar pesawat.

Skema warna biru telur robin (robin’s egg blue) yang telah menjadi identitas Air Force One sejak era Jacqueline Kennedy kini dihapus. Sebagai gantinya, pesawat menggunakan kombinasi biru tua, putih, serta garis merah yang menyerupai jet pribadi milik Trump.

Trump mengaku perubahan tersebut memang sesuai dengan preferensinya.

“Kami menyukai warna biru muda itu, tetapi sekarang sudah waktunya untuk perubahan,” ujar Trump.

Ia juga menjelaskan bahwa desain bendera Amerika Serikat di bagian ekor pesawat dibuat lebih dinamis dibandingkan model sebelumnya.

Hadiah Qatar Jadi Solusi Keterlambatan Boeing

Pesawat Boeing 747 tersebut diberikan Qatar kepada Pentagon sebagai solusi sementara atas molornya proyek pengadaan dua Air Force One baru yang sedang dimodifikasi Boeing.

Selama ini Presiden AS masih menggunakan Boeing 747-200 yang telah beroperasi sejak awal 1990-an.

Keterlambatan produksi membuat Trump beberapa kali mengungkapkan rasa frustrasinya karena pesawat baru diperkirakan baru selesai pada 2027 hingga 2028, bahkan mendekati akhir masa jabatannya pada 2029.

Karena alasan tersebut, Pentagon menerima hibah pesawat dari Qatar dan mulai melakukan berbagai modifikasi agar memenuhi standar operasional kepresidenan Amerika Serikat.

Interior Mewah, Namun Tetap Fokus pada Fungsi Presiden

Meski tampil lebih mewah, Angkatan Udara Amerika Serikat menegaskan bahwa proses renovasi tetap mengutamakan kebutuhan operasional kepala negara dibanding sekadar estetika.

Di dalam pesawat terdapat berbagai fasilitas premium, mulai dari:

  • Panel kayu berkualitas tinggi.
  • Kursi kulit yang dapat direbahkan sepenuhnya.
  • Karpet berwarna krem.
  • Lampu interior bernuansa emas.
  • Ruang kerja dan fasilitas kepresidenan yang diperbarui.

Trump berharap Air Force One baru itu dapat digunakan saat perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli, termasuk melakukan penerbangan di atas Gedung Capitol dan kawasan Mount Rushmore.

Hadiah USD400 Juta Tuai Kritik Etik dan Keamanan Nasional

Di balik kemewahan pesawat tersebut, keputusan menerima hadiah dari Qatar justru memicu kontroversi di Amerika Serikat.

Sejumlah pihak mempertanyakan aspek etika, hukum, hingga keamanan nasional karena nilai hibah mencapai sekitar USD400 juta, jauh di atas batas nilai hadiah yang lazim diterima pejabat negara.

Meski demikian, Gedung Putih dan Pentagon menegaskan bahwa proses penerimaan pesawat dilakukan sesuai prosedur pemerintah federal.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan bahwa Menteri Pertahanan telah menerima Boeing 747 tersebut berdasarkan aturan dan regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Trump menolak seluruh kritik yang diarahkan kepadanya.

“Bodoh jika menolak tawaran seperti itu,” tegas Trump saat menanggapi protes mengenai hibah pesawat dari Qatar.

Biaya Renovasi dan Proyek Boeing Membengkak

Selain nilai hibah yang fantastis, proyek pengoperasian pesawat juga membutuhkan biaya renovasi yang diperkirakan mencapai USD1 miliar.

Di sisi lain, proyek dua Air Force One baru buatan Boeing juga mengalami pembengkakan anggaran, dari sekitar USD3,7 miliar menjadi USD5 miliar, sekaligus mengalami keterlambatan pengiriman hingga 2027 dan 2028.

Trump pun menyampaikan apresiasi kepada Emir Qatar atas pemberian pesawat tersebut.

“Dia orang yang fantastis,” ujar Trump.

Polemik mengenai hadiah pesawat mewah ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik Amerika Serikat karena menyangkut transparansi pemerintahan, etika pejabat publik, keamanan nasional, serta penggunaan fasilitas kepresidenan. (*)


Poin Utama Berita

  • Donald Trump memperkenalkan Air Force One baru hadiah dari Qatar.
  • Nilai pesawat diperkirakan mencapai USD400 juta (sekitar Rp6,5 triliun).
  • Trump mengubah desain klasik Air Force One menjadi kombinasi biru tua, putih, dan merah.
  • Interior pesawat dilengkapi fasilitas premium dan material berkualitas tinggi.
  • Pesawat digunakan sebagai solusi sementara akibat keterlambatan proyek Boeing.
  • Hibah pesawat memicu kritik terkait etika, hukum, dan keamanan nasional.
  • Pentagon menyatakan penerimaan pesawat telah sesuai aturan federal.
  • Biaya renovasi pesawat diperkirakan mencapai USD1 miliar.
  • Proyek dua Air Force One baru Boeing membengkak hingga USD5 miliar.
  • Trump berharap pesawat digunakan pada perayaan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.