Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWAVIRAL

Viral! Anggota DPRD Bangkalan Didemo Anak Kandung Sendiri Saat Aksi Mahasiswa, Responsnya Jadi Sorotan

32
×

Viral! Anggota DPRD Bangkalan Didemo Anak Kandung Sendiri Saat Aksi Mahasiswa, Responsnya Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Momen unik dan langka terjadi di depan Kantor DPRD Bangkalan ketika seorang mahasiswa yang tengah berorasi ternyata merupakan anak kandung anggota dewan yang ikut menemui massa aksi. Sikap santai sang ayah dan profesionalitas sang anak langsung viral di media sosial.

BANGKALAN | Sentrapos.co.id – Suasana aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Bangkalan mendadak menjadi perhatian publik setelah muncul momen tak biasa yang viral di media sosial.

Seorang anggota DPRD Bangkalan diketahui didemo oleh anak kandungnya sendiri yang tampil sebagai orator dalam aksi mahasiswa tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Video momen unik itu ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman video, tampak seorang mahasiswa berdiri di atas mobil sound system sambil menyampaikan orasi secara lantang di hadapan para anggota dewan.

Tak jauh dari lokasi, seorang anggota DPRD Bangkalan mengenakan pakaian berwarna kuning kunyit terlihat tersenyum sambil menahan tawa ketika mengetahui orator tersebut ternyata putranya sendiri.

Anggota DPRD Bangkalan dari Partai NasDem, Mohammad Syukur, membenarkan sosok dalam video viral tersebut adalah dirinya bersama anak kandungnya.

“Kalau nggak salah demonya hari Senin (18/5). Waktu itu saya ikut menemui pendemo di belakang Ketua DPRD Bangkalan. Tapi tidak tahu kalau anak saya mau berorasi,” ujar Mohammad Syukur, Jumat (22/5/2026).

Syukur mengaku sebelumnya memang sempat menduga putranya kemungkinan ikut dalam aksi demonstrasi tersebut karena aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Bahkan sebelum aksi berlangsung, dirinya sempat mencoba menghubungi sang anak sejak siang hingga malam hari, namun panggilan telepon dan pesan WhatsApp tidak mendapat respons.

“Waktu mendengar info akan ada demo, saya menghubungi anak saya sejak siang sampai malam hari nggak diangkat, WA nggak dibalas,” katanya.

Baru Sadar Setelah Anak Naik Mobil Orasi

Mohammad Syukur mengaku awalnya tidak menyadari bahwa salah satu orator aksi mahasiswa merupakan anaknya sendiri karena mengenakan sweater dengan penutup kepala.

Ia baru menyadarinya ketika sang anak naik ke atas mobil sound system dan mulai berorasi di hadapan massa aksi dan anggota DPRD.

“Tahunya setelah dia naik di atas mobil sound system dan berorasi. Di situ spontan teman-teman dewan mendorong saya maju hingga seolah berhadapan,” imbuhnya.

Momen tersebut langsung memancing gelak tawa dan candaan dari sesama anggota DPRD Bangkalan. Syukur mengaku sampai memilih masuk ke dalam gedung demi menjaga konsentrasi anaknya saat menyampaikan aspirasi.

“Saya memilih masuk biar tidak mengganggu konsentrasi anak saya yang sedang berorasi,” ucapnya.

Sebagai orang tua, Syukur menegaskan dirinya tidak pernah melarang anaknya aktif dalam organisasi maupun kegiatan demonstrasi selama dilakukan secara positif dan tidak menimbulkan kericuhan.

Menurutnya, pengalaman organisasi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara demokratis.

Tetap Profesional Meski Berhadapan dengan Ayah

Sementara itu, sang putra, Rohmatulloh Siddik atau akrab disapa Adit, mengaku sempat merasa canggung saat mengetahui dirinya harus berhadapan langsung dengan ayahnya sendiri yang merupakan anggota DPRD Bangkalan.

Namun demikian, mahasiswa semester 6 Institut Syaichona Mohammad Cholil tersebut menegaskan dirinya tetap menjaga profesionalitas dalam menyampaikan aspirasi massa aksi.

“Sempat canggung sedikit, tapi tetap harus profesional menyampaikan aspirasi masyarakat,” kata Adit.

Ia juga mengungkapkan sengaja tidak mengangkat telepon dari orang tuanya demi menjaga fokus selama aksi demonstrasi berlangsung.

Aksi mahasiswa yang digelar di DPRD Bangkalan itu diketahui menyoroti sejumlah persoalan daerah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), infrastruktur jalan, persoalan sampah, hingga kebijakan parkir berlangganan.

Momen ayah dan anak yang berada di dua posisi berbeda dalam demonstrasi tersebut kini menjadi perbincangan luas publik dan dinilai sebagai potret demokrasi yang berjalan secara dewasa dan terbuka.

Viralnya momen anggota DPRD didemo anak kandung sendiri dinilai publik sebagai gambaran bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi tetap bisa berjalan dengan santun, profesional, dan penuh rasa hormat. (*)


Poin Utama Berita

  • Video anggota DPRD Bangkalan didemo anak kandung sendiri viral di media sosial
  • Anggota DPRD tersebut adalah Mohammad Syukur dari Partai NasDem
  • Sang anak, Rohmatulloh Siddik alias Adit, menjadi orator aksi mahasiswa
  • Syukur mengaku tidak mengetahui anaknya ikut demo
  • Momen menjadi ramai setelah rekan dewan menyadari hubungan ayah dan anak
  • Adit mengaku tetap profesional menyampaikan aspirasi masyarakat
  • Demonstrasi mahasiswa menyoroti MBG, jalan rusak, sampah, dan parkir berlangganan
  • Publik menilai peristiwa tersebut sebagai potret demokrasi yang dewasa