DLH Kota Malang Sebut ODGJ dan Tunawisma Kerap Kembali Tempati Area Jembatan Penyeberangan
MALANG | Sentrapos.co.id – Kondisi memprihatinkan Jembatan Penyeberangan Umum (JPU) di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang yang dipenuhi sampah hingga kotoran manusia menuai sorotan publik. Pemerintah Kota Malang akhirnya buka suara terkait polemik fasilitas umum yang dikeluhkan warga tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menegaskan bahwa petugas kebersihan tidak tinggal diam. Menurutnya, pembersihan area JPU dan kawasan Alun-alun Merdeka dilakukan secara rutin setiap hari.
Namun demikian, persoalan sosial yang terus berulang disebut menjadi penyebab utama area tersebut kembali kotor meski telah dibersihkan berkali-kali.
“Dulu pernah ada ODGJ yang menetap di situ. Waktu itu sudah diambil oleh Dinas Sosial, tetapi beberapa bulan kemudian kembali lagi,” ungkap Raymond saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).
Tak hanya itu, area bawah jembatan juga disebut kerap dijadikan tempat tinggal sementara oleh tunawisma. Penertiban bahkan sudah beberapa kali dilakukan bersama Satpol PP dan Dinas Sosial.
“Di bawah jembatan juga sempat ditempati tunawisma yang pernah diamankan Satpol PP dan mendapat pembinaan dari Dinas Sosial. Namun, tidak lama kemudian kembali lagi,” jelasnya.
Sorotan terhadap kondisi JPU Alun-alun Malang mencuat setelah warga mengeluhkan jembatan tersebut dalam kondisi sangat kotor dan tidak layak digunakan. Salah seorang warga bernama Rudi (34) mengaku batal melintas karena terkejut melihat banyak sampah berserakan serta bau menyengat di lokasi.
DLH Kota Malang mengakui pengawasan di area tersebut masih memiliki keterbatasan. Salah satu kendalanya adalah belum tersedianya kamera pengawas atau CCTV di sepanjang area JPU Alun-alun Merdeka.
Meski begitu, Raymond memastikan petugas kebersihan langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga terkait tumpukan pakaian dan sampah yang berserakan.
“Untuk yang kemarin berserakan bekas baju dan celana, itu sore harinya sudah dibersihkan,” katanya.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemerintah Kota Malang kini telah menambah 12 unit tong sampah baru di sekitar kawasan Alun-alun Merdeka. Penambahan fasilitas itu diharapkan mampu menekan kebiasaan membuang sampah sembarangan di area publik.
Selain itu, Pemkot Malang juga berjanji memperketat pengawasan dengan melibatkan DLH, Satpol PP, hingga Dinas Sosial guna mencegah fasilitas umum kembali disalahgunakan.
“Ke depan pengawasan akan dibuat lebih ketat dan lebih spesifik bersama Satpol PP dan DLH,” tegas Raymond.
Pemkot Malang menilai persoalan kebersihan JPU tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga menyangkut persoalan sosial yang membutuhkan penanganan lintas instansi secara berkelanjutan. (*)
Poin Utama Berita
- JPU Alun-alun Merdeka Malang viral karena dipenuhi sampah dan kotoran manusia.
- DLH Kota Malang mengaku pembersihan sebenarnya rutin dilakukan setiap hari.
- ODGJ dan tunawisma disebut kerap kembali menempati area jembatan.
- Pemkot Malang mengakui belum ada CCTV di lokasi untuk pengawasan.
- Sebanyak 12 tong sampah baru dipasang di kawasan Alun-alun Merdeka.
- Pengawasan akan diperketat bersama Satpol PP dan Dinas Sosial.
- Warga mengeluhkan kondisi jembatan yang dinilai sangat kotor dan bau.

















