Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALHUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Pelajar di Surabaya Tewas Dibacok Saat HUT Persebaya, Kakak Korban Histeris Minta Polisi Tangkap Pelaku

33
×

Pelajar di Surabaya Tewas Dibacok Saat HUT Persebaya, Kakak Korban Histeris Minta Polisi Tangkap Pelaku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga GAD alias Ado, remaja malang yang meregang nyawa usai diduga menjadi korban kekerasan brutal dan pembacokan. Peristiwa tragis ini terjadi tepat di tengah euforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya Surabaya.

Kabar kematian Ado memicu guncangan hebat bagi keluarga, termasuk sang kakak, Ellen, yang langsung terbang dari Bali menuju Surabaya demi mengurus jenazah adik tercintanya di rumah sakit.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Ellen mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai kronologi pergerakan adiknya sebelum insiden berdarah itu terjadi. Dirinya hanya mengetahui bahwa Ado pamit keluar rumah bersama saudara lainnya demi memeriahkan hari jadi klub sepak bola kebanggaan arek-arek Suroboyo tersebut.

“(Korban) keluar sama adikku nomor 3, tapi gak tahu (detail perjalanannya), mungkin mereka beda (tidak 1 kendaraan) atau apa, kurang tahu jelas, dari Bali langsung (pulang ke Surabaya) mengurus ke rumah sakit,” ungkap Ellen dengan nada terpukul saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/6/2026).

Konvoi Berdarah yang Berujung Maut

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak keluarga, korban berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda motor secara mandiri. Namun, dengan kelompok mana korban bergabung saat konvoi massal itu berlangsung masih menjadi misteri.

“Ya katanya ada konvoi (HUT Persebaya), motor (korban) sendiri, gak ngerti sama siapanya,” imbuh Ellen.

Tangis Ellen pecah mengingat momen-momen terakhir bersama sang adik. Pasalnya, hanya berselang dua hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, dirinya masih sempat bersenda gurau dengan Ado melalui sambungan panggilan video (video call).

“Terakhir komunikasi VC dua hari yang lalu,” ujarnya lirih sembari menahan kesedihan.

Sosok Ceria dan Tuntutan Keadilan Keluarga

Di mata sanak saudara, Ado dikenal sebagai anak yang periang, jenaka, dan selalu menjadi pencair suasana di dalam rumah. Pihak keluarga menegaskan bahwa korban bukan anak nakal, melainkan remaja SMA biasa yang hidup dalam pengawasan ketat orang tua.

“Saya 6 (bersaudara), dia (Ado) anak nomor 5, anak nomor 3 di polsek bikin laporan. Dia (korban) lucu, kita sayang banget sama dia karena lucu, dia gak (nakal), cuma anak-anak SMA sewajarnya, kalau pulang malam ya dicariin. Tahu-tahu dapat kabar pagi itu,” tuturnya.

Saat ini, salah satu saudara korban telah resmi membuat laporan pidana ke pihak kepolisian setempat. Keluarga besar korban mendesak aparat kepolisian bertindak cepat, taktis, dan tanpa kompromi untuk memburu serta meringkus komplotan pelaku pembacokan yang telah merenggut paksa nyawa adik mereka.

“Semoga cepat ditangkap walau ditangkap dia gak bisa kembaliin adikku lagi, seenggaknya dia ngerti kehilangan,” tutup Ellen dengan ketegasan yang sarat akan kepedihan. (*)

Poin Utama Berita

  • Tragedi HUT Persebaya: Perayaan HUT ke-99 Persebaya di Surabaya berujung duka setelah seorang pelajar berinisial GAD alias Ado tewas diduga akibat dibacok.

  • Histeris Keluarga: Kakak korban (Ellen) langsung pulang dari Bali ke Surabaya dalam kondisi syok berat setelah mendapat kabar kematian adiknya yang mendadak.

  • Komunikasi Terakhir: Korban sempat melakukan video call dengan kakaknya dua hari sebelum kejadian sebelum akhirnya ditemukan tewas setelah mengikuti konvoi motor.

  • Sosok Korban: Di mata keluarga, Ado merupakan anak kelima dari enam bersaudara yang dikenal sangat ceria, lucu, dan tidak memiliki rekam jejak kenakalan remaja yang ekstrem.

  • Desakan Hukum: Keluarga korban sudah resmi melapor ke Polsek setempat dan menuntut pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.