BARCELONA | Sentrapos.co.id – Rivalitas panas antara Barcelona dan Real Madrid kembali mencapai titik didih di penghujung musim kompetisi Liga Spanyol 2025/2026. Ketegangan memuncak setelah Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait kasus Negreira yang menyeret Barcelona.
Situasi tersebut muncul di tengah dominasi Barcelona di kompetisi domestik musim ini. Tim asuhan Hansi Flick sukses menjaga jarak aman di puncak klasemen La Liga usai menaklukkan Real Madrid 2-0 dalam laga El Clasico akhir pekan lalu.
Kemenangan itu sekaligus membuat Barcelona unggul 14 poin atas rival abadinya dan semakin dekat mengunci supremasi domestik musim ini. Sebaliknya, Real Madrid justru berada dalam tekanan besar setelah terancam menutup musim tanpa satu pun gelar.
Florentino Perez Kembali Singgung Kasus Negreira
Ketegangan terbaru bermula saat Florentino Perez tampil dalam konferensi publik pada Selasa waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Real Madrid kembali mengangkat kasus Negreira yang selama ini membayangi Barcelona.
Perez menyebut kasus tersebut sebagai:
“Skandal terbesar dalam sejarah sepak bola.”
Tak hanya itu, ia juga mengklaim sedang menyiapkan dokumen setebal 500 halaman yang rencananya akan diserahkan kepada UEFA setelah musim kompetisi berakhir.
Pernyataan keras tersebut langsung memicu reaksi dari kubu Barcelona. Klub asal Catalunya itu menilai tuduhan Perez sangat serius dan kini sedang dipelajari secara hukum.
Barcelona Siapkan Langkah Hukum
Melalui pernyataan resmi yang dikutip CBS Sports, Barcelona menegaskan bahwa departemen hukum klub telah bergerak untuk menganalisis pernyataan Florentino Perez secara menyeluruh.
“Setelah konferensi pers yang dilakukan Presiden Real Madrid Florentino Perez, kami menginformasikan bahwa departemen hukum kami sedang mempelajari dengan cermat kata-kata dan tuduhannya,” tulis Barcelona dalam pernyataan resmi.
Barcelona juga menegaskan bahwa pihak klub belum menutup kemungkinan mengambil langkah lanjutan apabila diperlukan.
“Saat ini, klub sedang menganalisis situasi dan memutuskan langkah berikutnya yang akan diambil,” lanjut pernyataan tersebut.
Situasi ini semakin memperkeruh hubungan dua raksasa Spanyol yang memang dikenal memiliki rivalitas panjang baik di dalam maupun luar lapangan.
Real Madrid dalam Tekanan Besar
Pernyataan Perez muncul di saat tekanan terhadap Real Madrid sedang meningkat. Kekalahan dalam El Clasico membuat Los Blancos semakin sulit mengejar Barcelona di klasemen.
Selain itu, performa inkonsisten sepanjang musim membuat kritik terhadap manajemen dan skuad mulai bermunculan dari publik Santiago Bernabeu.
Dalam kesempatan yang sama, Florentino Perez juga mengumumkan niatnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden Real Madrid. Ia sekaligus membantah rumor mengenai kondisi kesehatannya yang sempat beredar di media Spanyol.
Perez juga menepis tudingan adanya konflik internal maupun upaya menjatuhkan direksi klub. Namun, komentarnya soal Barcelona justru kembali memanaskan atmosfer El Clasico yang sudah panas sejak lama.
Rivalitas El Clasico Kini Merambah Ranah Hukum
Kasus ini diprediksi bisa memperpanjang ketegangan antara Barcelona dan Real Madrid hingga ke luar lapangan. Dengan kedua klub sama-sama memiliki pengaruh besar di sepak bola Eropa, konflik ini dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dan UEFA.
Di tengah persaingan sengit memperebutkan supremasi Spanyol, perang pernyataan antara Joan Laporta dan Florentino Perez kini menjadi babak baru rivalitas El Clasico modern. (*)
Poin Utama Berita
- Hubungan Barcelona dan Real Madrid kembali memanas
- Florentino Perez menyebut kasus Negreira sebagai skandal terbesar sepak bola
- Presiden Real Madrid menyiapkan dokumen 500 halaman untuk UEFA
- Barcelona langsung merespons lewat departemen hukum klub
- Blaugrana membuka peluang mengambil langkah hukum lanjutan
- Ketegangan meningkat usai Barcelona menang 2-0 di El Clasico
- Real Madrid terancam menutup musim tanpa gelar
- Rivalitas El Clasico kini meluas hingga ranah hukum dan politik klub

















