Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BOLA

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Pemerintah Israel Bereaksi Keras

65
×

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Pemerintah Israel Bereaksi Keras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BARCELONA | Sentrapos.co.id – Aksi bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, saat membentangkan bendera Palestina dalam parade perayaan juara Liga Spanyol (LaLiga) 2025-2026 memicu kontroversi internasional dan mendapat reaksi keras dari pemerintah Israel.

Momen tersebut terjadi ketika skuad Barcelona melakukan parade kemenangan menggunakan bus terbuka usai memastikan gelar juara LaLiga musim ini. Dalam tayangan yang viral di media sosial, Lamine Yamal terlihat mengibarkan bendera Palestina berukuran besar di tengah euforia ribuan pendukung klub Catalan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Meski tidak mengeluarkan pernyataan politik secara langsung, aksi pemain berusia 18 tahun itu langsung menjadi sorotan global di tengah meningkatnya sensitivitas konflik Timur Tengah.

Pemerintah Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Katz menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi dan menyebut adanya dugaan sentimen anti-Semitisme.

“Lamine Yamal memilih untuk menghasut dan memicu kebencian terhadap Israel,” ujar Israel Katz dikutip dari Football Espana, Kamis (14/5/2026).

Katz kemudian mengaitkan tindakan tersebut dengan situasi konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.

“Sementara tentara kami sedang memerangi Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, membakar, dan membunuh warga Yahudi pada 7 Oktober,” lanjutnya.

Tak hanya mengkritik Yamal, Katz juga mendesak Barcelona untuk mengambil sikap resmi dan menjauhkan diri dari tindakan yang dianggap mendukung sentimen politik tertentu.

“Saya mengharapkan klub besar dan terhormat seperti FC Barcelona untuk menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi hasutan atau dukungan terhadap terorisme,” tegas Katz.

Hansi Flick Pilih Hormati Keputusan Pemain

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, turut memberikan respons terkait aksi pemain mudanya tersebut. Flick mengaku sempat berbicara langsung dengan Lamine Yamal sebelum parade berlangsung.

Meski secara pribadi lebih memilih tim fokus pada sepak bola, pelatih asal Jerman itu menegaskan keputusan tetap berada di tangan pemain.

“Biasanya saya tidak suka hal seperti ini. Saya sudah berbicara dengannya, tetapi dia sudah cukup umur dan itu adalah keputusannya,” kata Hansi Flick.

Flick menambahkan bahwa dirinya ingin fokus utama Barcelona tetap pada pencapaian olahraga dan kebahagiaan para pendukung usai meraih gelar juara.

“Kami bermain sepak bola. Ketika saya melihat para penggemar menangis bahagia karena gelar ini, itulah alasan kami bermain,” ujarnya.

Aksi Dukungan Palestina Kerap Muncul di LaLiga

Fenomena dukungan terhadap Palestina di kompetisi sepak bola Spanyol sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pemain Rayo Vallecano, Ilias Akhomach, juga sempat membentangkan bendera Palestina saat merayakan keberhasilan timnya di kompetisi Eropa.

Aksi simbolik para pemain sepak bola terkait isu kemanusiaan internasional kerap memunculkan perdebatan, terutama ketika menyentuh konflik geopolitik yang sensitif.

Kontroversi yang melibatkan Lamine Yamal kini menjadi perhatian publik dunia, baik dari kalangan penggemar sepak bola maupun pengamat politik internasional. (*)


Poin Utama Berita

  • Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina saat parade juara Barcelona.
  • Aksi tersebut viral dan memicu reaksi keras pemerintah Israel.
  • Menteri Pertahanan Israel menuding tindakan itu sebagai hasutan terhadap Israel.
  • Israel meminta Barcelona mengambil sikap resmi terkait aksi pemainnya.
  • Hansi Flick mengaku sudah berbicara dengan Yamal sebelum parade.
  • Flick menyebut keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi pemain.
  • Dukungan simbolik terhadap Palestina sebelumnya juga muncul di LaLiga.
  • Kontroversi ini menjadi sorotan global di media sosial dan dunia sepak bola.