Ditinggal Sejumlah Petinggi, Gagal ke Liga Champions Dua Musim Beruntun, AC Milan Dinilai Sedang Kehilangan Arah
MILAN | Sentrapos.co.id – Legenda sepak bola Italia sekaligus mantan pelatih AC Milan, Fabio Capello, melontarkan kritik tajam terhadap situasi yang sedang melanda Rossoneri. Dalam wawancara eksklusif bersama La Gazzetta dello Sport, Capello menyoroti ketidakjelasan arah klub setelah gelombang perubahan besar yang terjadi di level manajemen dan tim utama.
Menurut Capello, kondisi yang saat ini terjadi di San Siro merupakan konsekuensi dari kegagalan AC Milan memenuhi target utama dalam dua musim terakhir, yakni lolos ke Liga Champions.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah Milan resmi berpisah dengan sejumlah figur penting, termasuk pelatih Massimiliano Allegri, direktur olahraga Igli Tare, serta dua petinggi klub, Geoffrey Moncada dan Giorgio Furlani.
“Situasi ini sebenarnya tidak mengejutkan setelah dua musim berturut-turut gagal lolos ke Liga Champions. Ketika target utama tidak tercapai, perubahan besar hampir selalu terjadi,” ujar Fabio Capello.
Kini, pemilik klub Gerry Cardinale menghadapi tekanan besar untuk segera membangun ulang struktur organisasi dan menentukan arah baru bagi salah satu klub terbesar di Italia tersebut.
Rafael Leao Disebut Mulai Menjauh dari AC Milan
Di tengah ketidakpastian internal klub, perhatian publik juga tertuju pada masa depan Rafael Leao.
Bintang asal Portugal itu belakangan santer dikabarkan ingin mencari tantangan baru di luar Italia. Sejumlah klub elite Eropa disebut terus memantau perkembangan situasinya.
Capello menilai pernyataan Leao yang mengisyaratkan keinginan hengkang bukanlah sesuatu yang terjadi secara spontan. Menurutnya, ada indikasi bahwa langkah tersebut telah dipersiapkan secara matang bersama pihak yang mewakili sang pemain.
“Ucapan Leao sangat mencerminkan sikapnya yang belakangan terlihat semakin menjauh dari Milan. Dari sudut pandang saya, ada strategi yang sudah dipersiapkan dan kemungkinan besar telah dibahas bersama para agennya,” tegas Capello.
Menurut mantan pelatih Real Madrid dan Timnas Inggris tersebut, waktu munculnya pernyataan Leao juga memunculkan banyak pertanyaan di tengah situasi klub yang sedang tidak stabil.
Ia menilai kondisi itu dapat melemahkan posisi AC Milan dalam negosiasi apabila klub akhirnya memutuskan menjual sang pemain pada bursa transfer musim panas.
Capello Sentil Kedewasaan Rafael Leao
Meski mengakui kualitas luar biasa yang dimiliki Leao, Capello tidak menutupi kritiknya terhadap perkembangan mental dan fokus pemain berusia 27 tahun tersebut.
Dalam pandangannya, Leao masih belum menunjukkan kedewasaan yang dibutuhkan untuk mencapai level tertinggi sebagai salah satu pemain elite dunia.
Padahal, selama beberapa musim terakhir, Leao menjadi sosok penting yang mampu mengangkat performa Milan dan menjadi idola suporter Rossoneri.
“Dia adalah pemain bertalenta luar biasa dan mampu membuat suporter jatuh cinta. Namun menurut saya, Leao belum benar-benar matang. Terkadang fokusnya terlihat tidak sepenuhnya berada di lapangan sepak bola,” ungkap Capello.
Pernyataan tersebut diperkirakan akan memicu perdebatan di kalangan pendukung AC Milan, mengingat Leao masih menjadi salah satu aset paling berharga yang dimiliki klub saat ini.
Ralf Rangnick Masuk Radar, Capello Simpan Keraguan
Selain menyoroti situasi Rafael Leao, Capello juga memberikan pandangannya terkait nama Ralf Rangnick yang masuk dalam daftar kandidat kuat pemimpin proyek baru AC Milan.
Rangnick dikenal sebagai sosok berpengaruh dalam kesuksesan model sepak bola modern Red Bull bersama RB Salzburg dan RB Leipzig.
Meski mengakui kapasitas dan rekam jejak pelatih asal Jerman tersebut, Capello mengingatkan bahwa menangani AC Milan jauh berbeda dibanding membangun proyek sepak bola di Austria maupun Jerman.
“Saya tahu apa yang telah dilakukan Rangnick di Salzburg dan Leipzig. Itu proyek yang luar biasa. Namun Milan adalah dunia yang berbeda dan memiliki tekanan yang jauh lebih besar,” kata Capello.
Ia juga mempertanyakan efektivitas model kerja yang memungkinkan seorang supervisor memiliki pengaruh besar terhadap keputusan olahraga klub, sesuatu yang menurutnya belum tentu cocok diterapkan dalam kultur sepak bola Italia.
AC Milan Hadapi Momen Penentuan Masa Depan
Perubahan besar yang terjadi di tubuh Rossoneri diperkirakan akan menjadi titik penentu arah klub dalam beberapa tahun ke depan.
Keputusan mengenai struktur manajemen baru, penunjukan pelatih, hingga masa depan Rafael Leao akan menjadi faktor krusial dalam upaya mengembalikan AC Milan ke jalur persaingan elite Eropa.
Setelah dua musim gagal tampil di Liga Champions, tekanan terhadap pemilik klub dan jajaran manajemen kini semakin besar.
Para pendukung berharap revolusi yang sedang berlangsung di San Siro mampu menjadi awal kebangkitan AC Milan, bukan justru membuka babak baru krisis yang lebih dalam bagi klub tujuh kali juara Liga Champions Eropa tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Fabio Capello mengkritik keras kondisi internal AC Milan yang dinilai kehilangan arah.
- AC Milan mengalami perombakan besar setelah berpisah dengan sejumlah petinggi dan pelatih.
- Rossoneri gagal lolos ke Liga Champions dalam dua musim berturut-turut.
- Rafael Leao disebut mulai menjauh dari AC Milan dan membuka peluang hengkang.
- Capello menilai ada strategi tertentu di balik pernyataan Leao terkait masa depannya.
- Legenda Italia itu juga menyentil kedewasaan dan fokus Leao di lapangan.
- Nama Ralf Rangnick masuk radar AC Milan, namun Capello meragukan kecocokannya dengan sepak bola Italia.
- Masa depan Milan dinilai bergantung pada keputusan manajemen dalam beberapa pekan ke depan.

















