Usai Musim Terburuk dalam Satu Dekade, Liverpool Akhiri Era Arne Slot Meski Lolos ke Liga Champions dan Pertahankan Alisson Becker
LIVERPOOL | Sentrapos.co.id – Keputusan besar dan mengejutkan datang dari Liverpool. Klub raksasa Premier League tersebut resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Arne Slot, setelah dua musim menukangi The Reds.
Pemecatan itu diumumkan usai evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen Liverpool pasca berakhirnya musim 2025/2026. Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, disebut menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Slot pada Sabtu pagi waktu setempat.
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Slot sebelumnya masih terlibat aktif dalam penyusunan program pramusim, pembahasan transfer pemain, hingga rencana penguatan staf kepelatihan untuk musim depan.
Bahkan, mantan asistennya di Feyenoord, Etienne Reijnen, dikabarkan telah bersiap bergabung ke Anfield setelah berpamitan dengan klub lamanya.
Namun seluruh rencana itu berubah drastis ketika manajemen Liverpool memutuskan bahwa klub membutuhkan arah baru untuk mengembalikan daya saing di papan atas sepak bola Inggris dan Eropa.
Musim Buruk Jadi Awal Berakhirnya Era Slot
Meski berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan, Liverpool menutup kompetisi Premier League 2025/2026 di posisi kelima klasemen akhir dengan koleksi hanya 60 poin.
Catatan tersebut menjadi salah satu performa terburuk Liverpool dalam satu dekade terakhir.
Statistik yang ditorehkan The Reds sepanjang musim juga jauh dari ekspektasi. Liverpool kebobolan 53 gol di Premier League, mencetak hanya 63 gol, dan menelan total 20 kekalahan di seluruh kompetisi.
Kondisi itu membuat kepercayaan manajemen yang semula masih kuat terhadap Slot perlahan memudar.
“Perubahan merupakan bagian dari sepak bola. Saya meninggalkan klub ini dengan keyakinan penuh terhadap masa depannya. Para pemain telah membangun fondasi yang kuat dan generasi baru siap menulis kisah mereka sendiri,” tulis Arne Slot dalam surat perpisahannya kepada publik Liverpool.
Sepanjang musim, Liverpool sebenarnya menghadapi berbagai persoalan yang tidak mudah.
Mulai dari badai cedera yang menimpa sejumlah pemain penting seperti Alexander Isak, Hugo Ekitike, Alisson Becker, Jeremie Frimpong, hingga Conor Bradley, hingga tragedi meninggalnya Diogo Jota dan saudaranya yang sempat mengguncang ruang ganti klub.
Namun seiring berjalannya kompetisi, performa Liverpool dinilai tidak menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan untuk bersaing di level tertinggi.
Gaya Bermain Liverpool Jadi Sorotan
Selain hasil yang mengecewakan, gaya bermain Liverpool di bawah Slot juga menjadi bahan kritik.
Banyak pengamat menilai The Reds kehilangan identitas permainan agresif yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas klub.
Liverpool dinilai tampil lebih lambat, kurang menekan lawan, dan kesulitan membongkar tim yang menerapkan pertahanan rapat.
Situasi semakin memanas ketika Liverpool hanya mampu meraih dua poin dari empat pertandingan terakhir musim ini.
Kekalahan dari Manchester United, hasil imbang kontra Chelsea, serta kegagalan mengalahkan Brentford memicu gelombang kekecewaan di kalangan pendukung.
“Masalah terbesar bukan konflik pemain atau ruang ganti, tetapi ketidakmampuan tim menemukan solusi atas persoalan yang terus berulang sepanjang musim,” ungkap sejumlah laporan media Inggris.
Bahkan dalam salah satu pertandingan terakhir di Anfield, Slot sempat menerima cemoohan dari sebagian suporter ketika melakukan pergantian pemain yang dianggap kontroversial.
Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pelatih Baru Liverpool
Usai memecat Arne Slot, fokus Liverpool kini beralih pada pencarian pelatih baru.
Nama yang paling kuat disebut akan menggantikan posisi tersebut adalah Andoni Iraola, pelatih asal Spanyol yang sukses membawa Bournemouth tampil kompetitif dalam tiga musim terakhir.
Di bawah kepemimpinannya, Bournemouth mampu finis di posisi ke-12, ke-9, dan ke-6 Premier League, serta untuk pertama kalinya dalam sejarah klub berhasil mengamankan tiket kompetisi Eropa.
Kedekatan Iraola dengan Richard Hughes diyakini menjadi faktor penting yang mempercepat proses negosiasi.
Liverpool disebut menginginkan sosok pelatih yang mampu menghadirkan kembali sepak bola berintensitas tinggi, agresif, dan menekan lawan sejak menit awal.
Liverpool Tegaskan Alisson Tidak Dijual
Di tengah pergantian pelatih dan spekulasi transfer yang berkembang, Liverpool juga memberikan kepastian terkait masa depan penjaga gawang utama mereka, Alisson Becker.
Kiper asal Brasil tersebut dipastikan tetap menjadi bagian penting proyek Liverpool musim depan.
Klub bahkan telah mengaktifkan opsi perpanjangan kontraknya yang membuat Alisson masih terikat hingga Juni 2027.
Langkah itu sekaligus menutup peluang Juventus yang dalam beberapa bulan terakhir dikabarkan serius ingin memboyong mantan kiper AS Roma tersebut ke Turin.
Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, menegaskan bahwa Liverpool tidak memiliki rencana menjual Alisson meski terjadi pergantian manajer.
“Meski terjadi pergantian pelatih, sikap Liverpool terhadap Alisson tidak berubah. Ia tetap dianggap sebagai pemain yang tidak tersentuh di bursa transfer musim panas,” tegas Fabrizio Romano.
Dengan perubahan besar di kursi pelatih dan proyek baru yang segera dimulai, Liverpool kini memasuki fase penting untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar Premier League maupun Liga Champions musim depan. (*)
Poin Utama Berita
- Liverpool resmi memecat Arne Slot setelah dua musim menangani The Reds.
- Slot disebut tidak menyangka akan diberhentikan karena masih terlibat dalam rencana musim depan.
- Liverpool finis di posisi kelima Premier League dengan hanya 60 poin.
- Performa tim, statistik buruk, dan hilangnya identitas permainan menjadi faktor utama pemecatan.
- Andoni Iraola muncul sebagai kandidat terkuat pengganti Arne Slot.
- Liverpool tetap mempertahankan Alisson Becker meski diminati Juventus.
- Fabrizio Romano memastikan Alisson tidak masuk daftar jual Liverpool.
- The Reds memulai proyek baru demi kembali bersaing di papan atas Inggris dan Eropa.

















