TEL AVIV, Sentrapos.co.id – Mantan Kepala Angkatan Darat Israel, Gadi Eisenkot, resmi memulai kampanye politik untuk menantang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang Pemilu Israel 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
Empat bulan menjelang pemungutan suara, Eisenkot meluncurkan kampanye dengan kritik tajam terhadap pemerintahan Netanyahu. Ia menilai Israel membutuhkan arah baru setelah berbagai krisis politik dan keamanan yang melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pidato kampanyenya pada Selasa (30/6/2026), Eisenkot menyerukan perubahan kepemimpinan demi masa depan Israel.
“Israel membuka babak baru. Kita akan menulisnya bersama. Demi masa depan Israel, pemerintahan ‘7 Oktober’ harus mengakhiri perannya dalam sejarah,” kata Gadi Eisenkot.
Pernyataan tersebut merujuk pada pemerintahan Benjamin Netanyahu yang mendapat sorotan tajam setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang kemudian direspons dengan operasi militer besar-besaran Israel di Jalur Gaza.
Kritik terhadap Netanyahu Semakin Menguat
Dalam kampanyenya, Eisenkot menilai pemerintahan saat ini kehilangan arah serta tidak memiliki strategi yang mampu membawa Israel keluar dari krisis berkepanjangan.
Menurutnya, Israel memerlukan pemimpin yang memiliki visi jelas, integritas, serta mampu mengembalikan rasa aman bagi seluruh warga negara.
“Kami akan mengganti kepemimpinan yang tanpa visi dan strategi, yang membawa negara ini menuju kehilangan arah,” tegas Eisenkot.
Ia juga berjanji akan membangun pemerintahan yang lebih transparan, bertanggung jawab, dan fokus pada stabilitas nasional serta keamanan jangka panjang.
Popularitas Eisenkot Terus Meningkat
Nama Gadi Eisenkot menjadi salah satu tokoh yang paling diperhitungkan menjelang pemilu setelah mendirikan partai Yashar.
Popularitasnya meningkat seiring kritik keras terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait penanganan konflik di Jalur Gaza.
Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis Channel 12, Partai Yashar diproyeksikan memperoleh 22 dari 120 kursi Knesset (Parlemen Israel).
Sementara itu, Partai Likud yang dipimpin Benjamin Netanyahu diperkirakan masih menjadi partai terbesar dengan 24 kursi, meski tren dukungannya dilaporkan terus mengalami penurunan.
Dari Sekutu Menjadi Penantang Netanyahu
Menariknya, Eisenkot bukan sosok asing di lingkungan pemerintahan Netanyahu.
Mantan jenderal tersebut pernah bergabung dalam kabinet perang Israel setelah pecahnya konflik Gaza, sebelum akhirnya memilih mengundurkan diri dan mengambil posisi sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap pemerintahan Netanyahu.
Perubahan sikap politik Eisenkot dinilai menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tariknya di mata sebagian pemilih Israel yang menginginkan perubahan kepemimpinan.
Tragedi Pribadi Perkuat Sikap Politik
Popularitas Eisenkot juga tidak lepas dari tragedi yang menimpa keluarganya.
Putranya, Gal Eisenkot, serta dua keponakannya gugur dalam operasi militer di Jalur Gaza.
Peristiwa tersebut membuat Eisenkot semakin vokal dalam menyuarakan perlunya evaluasi terhadap kebijakan keamanan nasional dan strategi pemerintahan Israel.
Meski demikian, ia tetap menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan nasional jika dipercaya memimpin Israel di masa mendatang.
Pemilu Israel Diprediksi Berlangsung Ketat
Pemilu legislatif Israel yang akan digelar pada 27 Oktober 2026 diperkirakan menjadi salah satu kontestasi politik paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Netanyahu, munculnya Eisenkot sebagai figur alternatif berpotensi mengubah peta politik Israel.
Hasil pemilu mendatang akan menentukan arah kebijakan domestik maupun hubungan luar negeri Israel, termasuk pendekatan terhadap konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. (*)
Poin Utama Berita
- Gadi Eisenkot resmi memulai kampanye menjelang Pemilu Israel 2026.
- Eisenkot menantang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
- Kampanye mengusung tema perubahan kepemimpinan dan masa depan Israel.
- Eisenkot mengkritik pemerintahan Netanyahu yang dinilai kehilangan arah.
- Partai Yashar diproyeksikan meraih 22 kursi parlemen berdasarkan survei.
- Partai Likud masih unggul tipis dengan proyeksi 24 kursi.
- Eisenkot pernah menjadi anggota kabinet perang Israel sebelum mengundurkan diri.
- Popularitas Eisenkot meningkat setelah mengkritik kebijakan perang di Gaza.
- Putra dan dua keponakan Eisenkot gugur dalam konflik Gaza.
- Pemilu Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.

















