Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORINTERNASIONALPERISTIWA

AS dan Qatar Siap Cairkan Aset Iran Rp107 Triliun, Sinyal Perdamaian Washington-Teheran Makin Menguat

35
×

AS dan Qatar Siap Cairkan Aset Iran Rp107 Triliun, Sinyal Perdamaian Washington-Teheran Makin Menguat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON | Sentrapos.co.id – Amerika Serikat (AS) bersama Qatar bersiap mencairkan aset Iran yang selama ini dibekukan senilai US$6 miliar atau sekitar Rp107 triliun. Langkah tersebut menjadi fase pertama dari total US$24 miliar atau sekitar Rp428,6 triliun aset Iran yang tersimpan di Qatar.

Rencana pencairan dana tersebut dinilai menjadi salah satu sinyal paling kuat menuju normalisasi hubungan antara Washington dan Teheran, setelah kedua negara mulai membuka ruang dialog untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kesepakatan awal itu disebut merupakan bagian dari perjanjian sementara yang ditandatangani kedua pihak pada bulan ini sebagai landasan menuju penyelesaian konflik yang lebih luas.

Tahap Awal Pencairan Aset Iran

Informasi mengenai pencairan aset Iran kembali menguat setelah Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui pelepasan sebagian aset Iran yang dibekukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rezaei dalam sebuah upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya, sebagaimana dikutip kantor berita pemerintah Iran, Fars News.

“Tahap pertama pencairan aset Iran senilai US$6 miliar akan menjadi bagian dari proses menuju penyelesaian hubungan kedua negara,” demikian substansi pernyataan yang disampaikan Mohsen Rezaei.

Trump Sempat Bantah, Kini Isu Menguat

Sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat membantah berbagai laporan media Iran yang menyebut pemerintahannya akan mencairkan aset Iran. Saat itu, Trump bahkan menyebut kabar tersebut sebagai “berita palsu”.

Namun, perkembangan terbaru memperlihatkan adanya pernyataan resmi dari pejabat tinggi Iran yang mengindikasikan proses negosiasi antara kedua negara masih terus berlangsung.

Isu pencairan aset tersebut muncul di tengah pembahasan intensif mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan politik antara Washington dan Teheran.

Kesepakatan Diharapkan Akhiri Konflik dan Sanksi

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyampaikan bahwa nota kesepahaman yang tengah dibahas bersama Amerika Serikat berpotensi mengakhiri konflik di berbagai kawasan, termasuk di Lebanon.

Selain itu, kesepakatan tersebut juga diharapkan membuka jalan bagi proses pencabutan sanksi ekonomi yang selama bertahun-tahun membatasi aktivitas perdagangan dan keuangan Iran.

Di sisi lain, seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington berharap kesepakatan damai dengan Iran dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.

Dinilai Berdampak pada Stabilitas Kawasan dan Ekonomi Global

Apabila terealisasi, pencairan aset Iran diperkirakan tidak hanya berdampak terhadap hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, pasar energi dunia, hingga dinamika ekonomi global.

Langkah tersebut menjadi perhatian berbagai negara karena dapat membuka babak baru dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik, sanksi ekonomi, hingga konflik geopolitik di kawasan.

Pengamat menilai keberhasilan negosiasi juga dapat menjadi momentum penting dalam menjaga stabilitas keamanan regional sekaligus menciptakan iklim ekonomi internasional yang lebih kondusif. (*)

Poin Utama Berita

  • Amerika Serikat dan Qatar bersiap mencairkan aset Iran senilai US$6 miliar (Rp107 triliun).
  • Dana tersebut merupakan tahap pertama dari total US$24 miliar (Rp428,6 triliun) aset Iran yang dibekukan.
  • Mohsen Rezaei menyatakan Presiden Donald Trump telah menyetujui pencairan aset tersebut.
  • Sebelumnya Trump sempat membantah laporan media Iran mengenai pelepasan aset.
  • Iran dan Amerika Serikat sedang menyusun kesepakatan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan.
  • Kesepakatan juga diharapkan membuka jalan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.
  • Washington berharap perjanjian damai dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
  • Pencairan aset diperkirakan berdampak pada stabilitas Timur Tengah dan ekonomi global.