Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORINTERNASIONALPERISTIWA

Pemimpin Tertinggi Iran Setujui MoU Damai dengan AS, Khamenei Buka Jalan Akhiri Konflik Lima Pekan

13
×

Pemimpin Tertinggi Iran Setujui MoU Damai dengan AS, Khamenei Buka Jalan Akhiri Konflik Lima Pekan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pemimpin Tertinggi Iran Setujui MoU Damai dengan AS, Khamenei Buka Jalan Akhiri Konflik Lima Pekan

TEHERAN | Sentrapos.co.id – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan telah memberikan persetujuan terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai langkah politik untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama lima pekan.

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei pada Kamis (18/6), bersamaan dengan langkah Amerika Serikat mencabut blokade terhadap kapal-kapal dan pelabuhan Iran sebagai bagian dari implementasi awal kesepakatan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Meski mengaku masih memiliki sejumlah keberatan terhadap isi MoU, Khamenei menyatakan persetujuan diberikan demi kepentingan nasional Iran.

“Saya memberikan persetujuan karena adanya komitmen dari para pejabat, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, untuk melindungi hak-hak bangsa Iran,” ujar Ayatollah Mojtaba Khamenei.


Khamenei: Dialog Tidak Berarti Menerima Pandangan Amerika

Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa Iran tetap akan membuka ruang dialog langsung dengan Amerika Serikat pada masa mendatang.

Namun, ia menekankan bahwa proses negosiasi tersebut tidak boleh dimaknai sebagai bentuk penerimaan terhadap seluruh kebijakan maupun pandangan Washington.

Menurutnya, diplomasi merupakan instrumen untuk menjaga kepentingan nasional tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip yang diyakini Republik Islam Iran.

“Negosiasi tatap muka tidak berarti menerima sudut pandang pihak yang selama ini dianggap sebagai lawan.”


AS Mulai Cabut Sanksi dan Blokade

Sebagai bagian dari implementasi awal MoU, pemerintah Amerika Serikat mulai melonggarkan sejumlah kebijakan terhadap Iran.

Salah satunya ialah pencabutan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Selain itu, Washington juga berkomitmen mencabut sanksi sektor minyak yang selama bertahun-tahun membatasi ekspor energi Iran.

Dalam tahap berikutnya, setelah tercapai kesepakatan final mengenai program nuklir Iran, Amerika Serikat bersama sejumlah negara mitra disebut akan memfasilitasi pendanaan rekonstruksi senilai US$300 miliar untuk mendukung pemulihan ekonomi Iran.


Kepemimpinan Baru Iran Jadi Sorotan Dunia

Kesepakatan damai ini menjadi langkah diplomatik penting pada awal masa kepemimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, setelah wafat dalam serangan udara pada awal konflik.

Sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei belum banyak tampil di ruang publik.

Upacara penghormatan terhadap mendiang Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli diperkirakan akan menjadi momen penting untuk melihat arah kepemimpinan baru Iran di tengah dinamika politik kawasan Timur Tengah.


Perdamaian Masih Diselimuti Keraguan

Meski MoU telah disepakati, sejumlah pihak masih meragukan keberlanjutan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebagian warga Iran menilai hubungan kedua negara masih sangat rentan terhadap perubahan situasi geopolitik.

Keraguan serupa juga disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang turut memfasilitasi proses penandatanganan kesepakatan.

Macron menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa konflik benar-benar telah berakhir secara permanen.

“Kesepakatan damai menjadi langkah penting menuju stabilitas, namun keberlanjutan implementasinya akan sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak.”

Dengan dimulainya pencabutan sanksi dan pembukaan jalur diplomasi baru, dunia kini menanti apakah kesepakatan tersebut benar-benar mampu mengakhiri ketegangan berkepanjangan di Timur Tengah atau hanya menjadi jeda sementara sebelum muncul dinamika baru. (*)


Poin Utama Berita

  • Ayatollah Mojtaba Khamenei menyetujui MoU damai antara Iran dan Amerika Serikat.
  • Persetujuan diberikan meski Khamenei mengaku masih memiliki sejumlah keberatan.
  • Amerika Serikat mulai mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.
  • Washington juga berkomitmen mencabut sanksi minyak terhadap Iran.
  • Kesepakatan final program nuklir akan membuka peluang pendanaan rekonstruksi hingga US$300 miliar.
  • Iran membuka peluang dialog langsung dengan AS tanpa mengubah prinsip politik luar negerinya.
  • Sejumlah pihak, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, masih meragukan perdamaian akan bertahan dalam jangka panjang.