Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HOBI, GAYA HIDUP & KOMUNITASNASIONALPERISTIWAVIRALWISATA | TRAVEL & KULINER

Viral Pendakian Gunung Merapi, Balai TNGM Tegaskan Jalur Resmi Masih Ditutup: Jangan Pertaruhkan Nyawa!

34
×

Viral Pendakian Gunung Merapi, Balai TNGM Tegaskan Jalur Resmi Masih Ditutup: Jangan Pertaruhkan Nyawa!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA | Sentrapos.co.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian Gunung Merapi masih resmi ditutup hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya konten viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pendakian hingga ajakan kepada masyarakat untuk mendaki Gunung Merapi.

Kepala Balai TNGM, Heri Wibowo, menegaskan informasi yang beredar mengenai pembukaan jalur pendakian tidak benar dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan, semata-mata untuk mematuhi rekomendasi dari pihak yang berwenang serta untuk menjaga keselamatan dan keamanan semua pihak,” tegas Heri Wibowo, Senin (29/6/2026).

Penutupan Berlaku Sejak 2018

Balai TNGM menjelaskan bahwa penutupan jalur pendakian telah diberlakukan sejak 22 Mei 2018, ketika status aktivitas Gunung Merapi meningkat dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Selanjutnya, pada 5 November 2020, status aktivitas kembali dinaikkan menjadi Level III (Siaga) dan hingga kini masih tetap berlaku berdasarkan pemantauan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG/PVMBG).

Aktivitas Vulkanik Masih Sangat Tinggi

Mengacu pada laporan aktivitas Gunung Merapi periode 19–25 Juni 2026, aktivitas vulkanik masih tergolong tinggi dengan erupsi efusif yang terus berlangsung akibat suplai magma ke permukaan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu:

  • Guguran lava pijar.
  • Awan panas guguran.
  • Letusan eksplosif.
  • Lontaran material vulkanik.

Seluruh potensi tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi secara pasti.

“Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana,” ujar Heri.

Jalur New Selo Berada di Zona Sangat Berbahaya

Balai TNGM mengingatkan bahwa jalur pendakian New Selo yang selama ini menjadi akses utama menuju puncak Merapi justru berada di dalam kawasan rawan bencana.

Beberapa titik yang masuk zona bahaya antara lain:

  • Gerbang Pendakian hingga Pos I (±2,3 km dari puncak)
  • Pos II (±1,64 km)
  • Pasar Bubrah (±700 meter)
  • Kawasan Puncak Gunung Merapi

Seluruh lokasi tersebut berada dalam radius yang berpotensi terdampak lontaran batu pijar, guguran lava, maupun awan panas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi sesuai rekomendasi resmi BPPTKG/PVMBG.

Masyarakat Diminta Tidak Percaya Informasi Viral

Balai TNGM mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial mengenai pembukaan jalur pendakian maupun isu erupsi yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.

“Masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau langsung ke BPPTKG,” kata Heri.

Wisata Alam Tetap Bisa Dinikmati

Sebagai alternatif wisata, Balai TNGM tetap membuka sejumlah kawasan soft trekking yang berada di luar zona bahaya, salah satunya Objek Wisata Alam (OWA) Kalitalang, yang berlokasi sekitar 3,3 kilometer dari Pos IV atau pos pendakian terakhir.

Balai TNGM menegaskan bahwa kebijakan penutupan jalur pendakian bukan untuk membatasi aktivitas wisata, melainkan sebagai langkah preventif demi melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman erupsi Gunung Merapi yang hingga kini masih berstatus Level III (Siaga).

Masyarakat diimbau hanya memperoleh informasi mengenai aktivitas Gunung Merapi melalui kanal resmi BPPTKG, PVMBG, maupun Balai TNGM guna menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan. (*)

Poin Utama Berita

  • Jalur pendakian Gunung Merapi masih resmi ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.
  • Penegasan disampaikan Balai TNGM setelah muncul konten viral pendakian di media sosial.
  • Status Gunung Merapi masih Level III (Siaga).
  • Aktivitas vulkanik masih tinggi dengan potensi guguran lava dan awan panas.
  • Jalur New Selo berada di dalam zona rawan bencana.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak.
  • Balai TNGM meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi viral yang tidak berasal dari sumber resmi.
  • Wisata alternatif seperti OWA Kalitalang tetap dapat dikunjungi karena berada di luar zona bahaya.