Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISHEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORNASIONALPERISTIWA

Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Pekan Depan, Pemerintah Tunggu Pergerakan Minyak Dunia

37
×

Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Pekan Depan, Pemerintah Tunggu Pergerakan Minyak Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax pada pekan depan. Namun, pemerintah masih akan mencermati perkembangan harga minyak mentah dunia sebelum mengambil keputusan.

Saat ditemui di Kompleks Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026), Bahlil belum memberikan kepastian apakah harga Pertamax akan mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kita lihat aja (nanti),” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketika ditanya mengenai kemungkinan turunnya harga Pertamax pada pekan depan.

Menurut Bahlil, evaluasi harga BBM nonsubsidi tidak dilakukan secara instan, melainkan mempertimbangkan berbagai faktor global, terutama fluktuasi harga minyak mentah dunia yang menjadi acuan utama dalam perhitungan harga jual BBM.

Ia juga meminta masyarakat dan kalangan media melihat kebijakan pemerintah secara objektif. Pasalnya, selama lebih dari dua bulan ketika harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, pemerintah memilih tidak langsung menaikkan harga Pertamax.

“Teman-teman media juga harus fair. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan tidak kita naikkan. Masa baru naik dua minggu hampir tiga minggu sudah ditanya soal penurunan harga,” ujar Bahlil.

Pemerintah Pertimbangkan Stabilitas Energi

Bahlil menegaskan, setiap kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi selalu melalui kajian menyeluruh. Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan harga minyak mentah internasional, tetapi juga stabilitas ekonomi nasional, daya beli masyarakat, serta keberlanjutan sektor energi.

Pendekatan tersebut dilakukan agar perubahan harga BBM tidak menimbulkan gejolak ekonomi maupun tekanan terhadap masyarakat.

Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Perkembangan pasar energi global menunjukkan harga minyak dunia kini cenderung lebih stabil dibandingkan saat awal konflik Timur Tengah yang sempat mendorong harga minyak menembus kisaran US$100 per barel.

Berdasarkan perdagangan terbaru pada Senin (29/6/2026), harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$72,57 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar US$70,11 per barel.

Stabilnya harga minyak tersebut menjadi salah satu faktor yang akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan kebijakan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, pada periode berikutnya.

Masyarakat pun kini menantikan keputusan resmi pemerintah mengenai apakah tren penurunan harga minyak dunia akan diikuti dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat. (*)


Poin Utama Berita

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka peluang penurunan harga Pertamax.
  • Pemerintah masih menunggu perkembangan harga minyak dunia.
  • Bahlil menegaskan evaluasi harga BBM dilakukan secara menyeluruh.
  • Pemerintah tidak menaikkan harga Pertamax selama harga minyak dunia melonjak lebih dari dua bulan.
  • Harga minyak Brent berada di sekitar US$72,57 per barel.
  • Harga minyak WTI tercatat sekitar US$70,11 per barel.
  • Keputusan resmi penyesuaian harga BBM akan diumumkan setelah evaluasi pemerintah.