Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISINTERNASIONALPERISTIWA

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Hampir 80 Juta Barel Minyak Siap Mengalir ke Asia, Pasar Energi Mulai Bernapas

100
×

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Hampir 80 Juta Barel Minyak Siap Mengalir ke Asia, Pasar Energi Mulai Bernapas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TELUK PERSIA | Sentrapos.co.id – Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia, kembali dibuka untuk lalu lintas kapal tanker. Kondisi ini membuka peluang bagi hampir 80 juta barel minyak mentah dari kawasan Teluk Persia untuk kembali mengalir menuju pasar internasional, terutama kawasan Asia.

Berdasarkan data perusahaan analisis energi Vortexa yang dikutip Bloomberg, Jumat (19/6/2026), saat ini terdapat 40 kapal tanker berukuran sangat besar (Very Large Crude Carrier/VLCC) yang mengangkut minyak mentah non-sanksi dari negara-negara produsen di Teluk Persia.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapal-kapal tersebut diperkirakan akan melintasi Selat Hormuz setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing pemilik kapal.

“Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi stabilitas distribusi energi global, meski pelayaran di kawasan tersebut masih menghadapi risiko keamanan.”

Mayoritas Pasokan Minyak Mengarah ke Asia

Dari total 40 kapal tanker yang bersiap berlayar, sebanyak 21 kapal dilaporkan menuju berbagai negara di Asia.

Lima di antaranya membawa muatan minyak mentah menuju China, sementara lima kapal lainnya diarahkan ke pusat transshipment di lepas pantai Malaysia dan Singapura.

Data pelacakan kapal juga menunjukkan sedikitnya tiga kapal tanker telah bergerak menuju arah timur dan melintasi Selat Hormuz dengan kecepatan normal.

Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi negara-negara Asia yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi ketidakpastian pasokan akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kilang Asia Berpotensi Pulih

Selama terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, sejumlah kilang minyak di Asia dilaporkan mengurangi kapasitas produksi.

Beberapa negara bahkan harus memanfaatkan cadangan minyak strategis untuk menjaga ketersediaan energi domestik.

Dengan mulai normalnya jalur distribusi tersebut, pasokan minyak mentah diperkirakan kembali meningkat sehingga dapat membantu menjaga stabilitas rantai pasok energi regional.

“Normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz memberikan harapan terhadap kelancaran distribusi minyak mentah bagi negara-negara yang bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.”

Risiko Keamanan Masih Tinggi

Meski lalu lintas kapal mulai kembali berjalan, kelompok perdagangan maritim internasional BIMCO mengingatkan bahwa risiko keselamatan pelayaran di Selat Hormuz masih tergolong tinggi.

Menurut BIMCO, ketidakpastian keamanan tetap perlu diwaspadai meskipun Amerika Serikat dan Iran disebut telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan kapal dagang kembali melakukan transit di kawasan tersebut.

Sejumlah kapal bahkan dilaporkan mematikan sistem identifikasi otomatis (transponder) sebagai langkah pengamanan selama melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Hampir 10 Juta Barel Sudah Bergerak

Berdasarkan data pelacakan kapal, minyak mentah dengan total muatan mendekati 10 juta barel telah keluar atau sedang melintasi Selat Hormuz.

Jumlah tersebut masih dapat berubah karena aktivitas pelayaran berlangsung secara dinamis sesuai perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Para pelaku industri energi kini terus memantau perkembangan di Selat Hormuz mengingat jalur tersebut menjadi salah satu koridor terpenting bagi distribusi minyak dunia dan memiliki pengaruh besar terhadap harga energi global. (*)


Poin Utama Berita

  • Selat Hormuz kembali dibuka untuk pelayaran kapal tanker minyak.
  • Sebanyak 40 kapal tanker membawa hampir 80 juta barel minyak mentah dari Teluk Persia.
  • Mayoritas pasokan minyak diarahkan ke negara-negara Asia.
  • Lima kapal menuju China dan lima lainnya ke pusat transshipment Malaysia serta Singapura.
  • Sedikitnya tiga kapal telah mulai melintasi Selat Hormuz.
  • Kilang minyak di Asia diperkirakan kembali memperoleh pasokan yang lebih stabil.
  • BIMCO mengingatkan risiko keamanan pelayaran masih tinggi.
  • Hampir 10 juta barel minyak telah keluar atau sedang melintasi Selat Hormuz.