Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

MoU Damai AS-Iran Resmi Ditandatangani, Iran Dinilai Raih Keuntungan Besar: Sanksi Dicabut hingga Dapat Kompensasi Rp5.400 Triliun

27
×

MoU Damai AS-Iran Resmi Ditandatangani, Iran Dinilai Raih Keuntungan Besar: Sanksi Dicabut hingga Dapat Kompensasi Rp5.400 Triliun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON/TEHERAN | Sentrapos.co.id – Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi kerangka awal menuju perjanjian damai permanen antara kedua negara setelah konflik berkepanjangan.

Dokumen tersebut ditandatangani secara terpisah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6). Trump membubuhkan tanda tangan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, sementara Pezeshkian menandatangani dokumen tersebut di Teheran.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kesepakatan ini menjadi perhatian dunia karena memuat sejumlah poin strategis yang dinilai lebih banyak menguntungkan Iran, mulai dari pencabutan sanksi ekonomi hingga komitmen kompensasi pascaperang.

“Ini tidak mudah,” ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesaat sebelum menandatangani nota kesepahaman tersebut.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan diplomasi negaranya.

“Kesepakatan ini merupakan cerminan suara bangsa yang tidak menukar kehormatan dan kemerdekaannya dengan cara apa pun,” tegas Pezeshkian.

AS Akui Kedaulatan Iran

Salah satu poin penting dalam MoU adalah komitmen kedua negara untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri.

Kesepakatan tersebut dinilai sebagai perubahan besar dalam hubungan Washington dan Teheran yang selama puluhan tahun diwarnai ketegangan politik maupun militer.

Pengamat politik menilai poin tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa Amerika Serikat tidak lagi mendorong upaya pergantian rezim di Iran.

Program Rudal Iran Tidak Masuk Kesepakatan

MoU hanya mengatur bahwa Iran tidak akan mengembangkan maupun memiliki senjata nuklir.

Namun, dokumen tersebut tidak menyentuh program rudal balistik Iran yang selama ini menjadi salah satu sumber ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Trump bahkan menyatakan bahwa kepemilikan rudal balistik oleh Iran bukan menjadi persoalan selama jumlahnya masih dalam batas yang dianggap wajar.

“Jika negara lain memiliki rudal, maka tidak adil jika Iran sama sekali tidak memilikinya,” ujar Trump.

Hizbullah Ikut Diuntungkan

Kesepakatan damai juga mencakup penghentian konflik di seluruh front, termasuk Lebanon.

Poin tersebut secara tidak langsung memberikan perlindungan terhadap kelompok Hizbullah yang merupakan sekutu utama Iran di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah analis menilai klausul tersebut menjadi keuntungan strategis bagi Teheran karena memperkuat posisi politik dan pengaruh regional Iran.

AS Sepakat Cabut Sanksi terhadap Iran

Dalam poin ketujuh MoU disebutkan bahwa Amerika Serikat akan mencabut berbagai sanksi terhadap Iran secara bertahap.

Sanksi yang akan dihapus meliputi:

  • Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
  • Resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
  • Seluruh sanksi unilateral Amerika Serikat, baik primer maupun sekunder.

Pelaksanaan pencabutan sanksi akan dibahas lebih lanjut dalam perundingan lanjutan selama 60 hari sebelum perjanjian damai final ditandatangani.

Aset Iran Dibuka Kembali

Selain pencabutan sanksi, Amerika Serikat juga menyatakan kesediaannya mencairkan seluruh aset Iran yang selama ini dibekukan.

Langkah tersebut dipandang sebagai salah satu keuntungan ekonomi terbesar yang diperoleh Teheran melalui kesepakatan awal tersebut.

AS Siapkan Kompensasi Rp5.400 Triliun

MoU juga memuat komitmen Amerika Serikat bersama mitra regional untuk memberikan kompensasi rekonstruksi kepada Iran.

Nilainya mencapai sekitar US$300 miliar atau setara Rp5.400 triliun, yang akan digunakan untuk membangun kembali berbagai infrastruktur yang rusak akibat konflik.

Skema penyaluran dana tersebut akan dirumuskan dalam negosiasi lanjutan selama 60 hari.

Kesepakatan Masih Memasuki Tahap Awal

Meski telah ditandatangani, nota kesepahaman ini belum menjadi perjanjian damai final.

Amerika Serikat dan Iran masih memiliki waktu dua bulan untuk menyusun mekanisme teknis pelaksanaan seluruh poin kesepakatan.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, MoU tersebut akan menjadi fondasi hubungan baru kedua negara setelah puluhan tahun berada dalam ketegangan diplomatik dan konflik geopolitik. (*)


Poin Utama Berita

  • Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani MoU menuju perjanjian damai.
  • Donald Trump dan Masoud Pezeshkian menandatangani dokumen di lokasi berbeda.
  • AS sepakat menghormati kedaulatan Iran dan tidak melakukan intervensi.
  • Program rudal balistik Iran tidak masuk dalam pembatasan kesepakatan.
  • Hizbullah mendapat dampak positif melalui penghentian konflik di Lebanon.
  • Amerika Serikat berkomitmen mencabut berbagai sanksi terhadap Iran.
  • Seluruh aset Iran yang dibekukan akan dicairkan secara bertahap.
  • AS bersama mitra regional menyiapkan kompensasi sekitar US$300 miliar (Rp5.400 triliun).
  • Perundingan lanjutan selama 60 hari akan menentukan isi perjanjian damai final.