MILAN | Sentrapos.co.id — Inter Milan resmi mengunci gelar Serie A musim 2025/2026 usai menundukkan Parma dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini memastikan Nerazzurri meraih Scudetto ke-21 sepanjang sejarah klub sekaligus menegaskan dominasi mereka di puncak klasemen yang sudah tak terkejar.
Gol pembuka dicetak oleh Marcus Thuram menjelang turun minum setelah memanfaatkan umpan matang Piotr Zielinski. Di babak kedua, Henrikh Mkhitaryan menggandakan keunggulan sekaligus memastikan pesta juara di kandang sendiri berlangsung sempurna.
“Ini adalah target kami sejak awal musim. Kami bangkit dari kegagalan dan menunjukkan karakter juara,” tegas Nicolo Barella.
Dominasi Inter dan Kebangkitan dari Kegagalan
Gelar ini terasa semakin spesial setelah kegagalan pahit musim sebelumnya, termasuk kekalahan di final kompetisi Eropa. Banyak pihak sempat meragukan kebangkitan Inter, namun skuad asuhan Cristian Chivu menjawabnya dengan performa konsisten sepanjang musim.
Perubahan di kursi pelatih dari Simone Inzaghi ke Chivu sempat dipertanyakan. Namun, pendekatan segar dan suasana baru justru menjadi kunci kebangkitan tim.
“Pelatih membawa energi baru dan membuat semua pemain merasa terlibat. Itu sangat penting bagi kami,” ungkap Lautaro Martinez.
Peran Krusial Barella dan Mentalitas Tim
Marcus Thuram secara khusus menyoroti kontribusi besar Barella dalam menjaga stabilitas permainan tim.
“Barella adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Dia pemimpin yang sering tidak mendapat pengakuan yang layak,” ujar Thuram.
Menurutnya, energi, determinasi, dan kepemimpinan Barella menjadi fondasi kuat yang menjaga konsistensi Inter sepanjang musim.
Kejujuran Lautaro Jadi Titik Balik
Kapten tim, Lautaro Martinez, juga mengungkap bahwa dirinya sempat melontarkan kritik keras di awal musim demi memperbaiki kondisi internal tim.
“Saya mengatakan apa yang saya rasakan. Ada hal yang tidak saya sukai, dan itu harus disampaikan demi tim,” tegas Lautaro.
Langkah tersebut terbukti menjadi titik balik yang membentuk karakter tim lebih solid dan bermental juara.
Target Double Winner di Depan Mata
Meski telah memastikan Scudetto, Inter belum berhenti. Mereka kini mengincar gelar kedua musim ini dengan menghadapi Lazio di final Coppa Italia.
“Selalu ada ruang untuk trofi baru. Ini mentalitas Inter,” tambah Lautaro.
Jika berhasil, Inter berpeluang menutup musim 2026 dengan double winner yang prestisius. (*)
Poin Utama Berita
- Inter Milan resmi juara Serie A 2026 (Scudetto ke-21)
- Menang 2-0 atas Parma di Giuseppe Meazza
- Gol dicetak Marcus Thuram & Henrikh Mkhitaryan
- Kebangkitan Inter setelah kegagalan musim lalu
- Peran penting Cristian Chivu sebagai pelatih baru
- Kritik Lautaro Martinez jadi titik balik tim
- Nicolo Barella disebut pemain kunci dan pemimpin tim
- Inter berpeluang meraih double winner (Serie A + Coppa Italia)

















