Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
TEKNO & GAME

Karyawan Meta Memberontak! Software Pelacak Mouse Diduga Jadi Awal AI Pengganti Pegawai

35
×

Karyawan Meta Memberontak! Software Pelacak Mouse Diduga Jadi Awal AI Pengganti Pegawai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CALIFORNIA | Sentrapos.co.id – Gelombang protes muncul di internal perusahaan teknologi raksasa Meta setelah perusahaan memasang software pelacak mouse di komputer kerja para karyawannya di Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan pegawai karena dinilai menjadi langkah awal Meta membangun sistem kecerdasan buatan (AI) yang kelak dapat menggantikan pekerjaan manusia.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Aksi protes dilakukan melalui penyebaran pamflet di berbagai sudut kantor, mulai dari ruang rapat, mesin penjual otomatis, dispenser air, hingga area toilet.

“Tidak mau bekerja di Pabrik Ekstraksi Data Karyawan?” demikian tulisan dalam salah satu pamflet protes yang beredar di kantor Meta.

Pamflet tersebut juga mengajak pegawai menandatangani petisi daring untuk menolak kebijakan perusahaan.

Muncul Jelang PHK 10 Persen Karyawan

Ketegangan internal Meta terjadi hanya beberapa hari sebelum perusahaan dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10 persen karyawannya pada 20 Mei 2026.

Situasi itu membuat banyak pegawai semakin curiga bahwa sistem pelacakan aktivitas komputer digunakan untuk mengembangkan AI berbasis perilaku manusia.

Sejumlah pegawai mengaku merasa tidak nyaman dengan kebijakan tersebut.

“Ini membuat saya sangat tidak nyaman,” tulis seorang manajer teknik di forum internal perusahaan, sebagaimana dilaporkan The New York Times.

Karyawan lain bahkan mempertanyakan bagaimana cara keluar dari sistem tersebut setelah mengetahui software pelacakan tidak bisa dinonaktifkan.

Pegawai Khawatir AI Gantikan Pekerjaan Manusia

Banyak pegawai Meta menilai perusahaan tengah mengumpulkan data aktivitas pengguna komputer untuk melatih AI agar dapat meniru pekerjaan manusia.

Kekhawatiran itu diperkuat dengan pernyataan CTO Meta Andrew Bosworth yang mengonfirmasi bahwa karyawan memang tidak dapat keluar dari sistem pelacakan tersebut.

Menurut pegawai, teknologi tersebut dapat digunakan untuk:

  • mempelajari pola kerja manusia,
  • merekam kebiasaan penggunaan komputer,
  • hingga melatih agen AI otomatis.

“Program ini membantu perusahaan melatih pengganti karyawan di masa depan,” tulis salah satu pegawai dalam forum internal.

Meta Akui Data Digunakan untuk Latih AI

Juru bicara Meta, Andy Stone, membenarkan bahwa data aktivitas komputer memang digunakan untuk melatih model AI perusahaan.

Namun, Meta berdalih teknologi itu diperlukan untuk mengembangkan agen digital yang mampu membantu manusia menyelesaikan tugas sehari-hari.

“Model kami membutuhkan contoh nyata tentang bagaimana orang menggunakan komputer, seperti gerakan mouse, klik tombol, dan navigasi menu,” jelas Meta dalam pernyataannya.

Meta menilai data tersebut penting agar sistem AI dapat bekerja lebih natural dan memahami interaksi manusia dengan perangkat digital.

Isu Privasi dan Masa Depan Pekerjaan Jadi Sorotan

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan besar mengenai:

  • privasi pekerja,
  • pengawasan digital perusahaan,
  • serta ancaman AI terhadap lapangan kerja manusia.

Pengamat teknologi menilai kekhawatiran pegawai Meta bukan tanpa alasan, mengingat perusahaan-perusahaan teknologi global saat ini tengah berlomba mengembangkan AI otomatis untuk meningkatkan efisiensi.

“AI kini bukan hanya alat bantu, tetapi mulai dipandang sebagai pengganti tenaga kerja manusia.”

Pegawai Gunakan Dasar Hukum untuk Melawan

Pamflet dan petisi yang beredar di kantor Meta juga mengutip Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional Amerika Serikat.

Para pegawai menegaskan bahwa pekerja memiliki hak hukum untuk berorganisasi dan memperjuangkan kondisi kerja yang lebih adil.

Gelombang protes ini menjadi salah satu bentuk perlawanan internal paling terbuka terhadap strategi transformasi AI Meta dalam beberapa tahun terakhir.

Masa Depan Dunia Kerja Mulai Berubah

Kontroversi di Meta memperlihatkan bagaimana perkembangan AI mulai mengubah hubungan antara perusahaan dan pekerja.

Banyak perusahaan teknologi kini berupaya mengotomatisasi berbagai pekerjaan menggunakan kecerdasan buatan demi menekan biaya operasional.

Namun di sisi lain, pekerja mulai khawatir bahwa teknologi yang mereka bantu latih justru akan menggantikan posisi mereka sendiri di masa depan.

“Ketakutan terbesar pekerja saat ini bukan lagi kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi, tetapi karena AI.” (*)


Poin Utama Berita

  • Karyawan Meta memprotes pemasangan software pelacak mouse di komputer kerja.
  • Pegawai khawatir data aktivitas digunakan untuk melatih AI pengganti manusia.
  • Pamflet protes disebar di berbagai sudut kantor Meta.
  • Protes muncul menjelang PHK 10 persen karyawan Meta.
  • CTO Meta mengonfirmasi karyawan tidak bisa keluar dari sistem pelacakan.
  • Meta mengakui data digunakan untuk melatih agen AI otomatis.
  • Isu privasi dan ancaman AI terhadap pekerjaan manusia kembali mencuat.
  • Pegawai menggunakan dasar hukum ketenagakerjaan AS untuk melawan kebijakan perusahaan.