Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BOLA

Thomas Tuchel Bawa Gaya Premier League ke Timnas Inggris, Legenda Sebut ‘Kekacauan yang Terorganisir’

28
×

Thomas Tuchel Bawa Gaya Premier League ke Timnas Inggris, Legenda Sebut ‘Kekacauan yang Terorganisir’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LONDON | Sentrapos.co.id — Tim Nasional Inggris memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan performa yang mengundang decak kagum. Di bawah komando taktis pelatih anyar Thomas Tuchel, The Three Lions sukses melumat Kroasia dengan skor mencolok 4-2 pada laga pembuka Grup L. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial, tetapi juga memamerkan gaya main baru Inggris yang dinamis, bertenaga, dan agresif.

Pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal itu menjadi panggung pembuktian kejeniusan taktik Tuchel. Juru taktik asal Jerman tersebut berhasil meramu kedalaman skuad dengan sangat efektif. Terbukti, perubahan strategi di babak kedua melalui rotasi pemain dari bangku cadangan menjadi pembeda sekaligus pengunci kemenangan Inggris. Kombinasi apik dua pemain pengganti, Bukayo Saka yang mengirimkan assist matang untuk gol keempat yang dilesakkan Marcus Rashford, menjadi bukti sahih ngerinya kedalaman skuad Inggris saat ini.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Transformasi radikal yang ditunjukkan Harry Kane dan kawan-kawan langsung memanen pujian dari para pundit dan legenda sepak bola Inggris. Mantan bek tangguh Liverpool, Jamie Carragher, menyebut intensitas permainan Inggris di bawah Tuchel sangat mencerminkan identitas sepak bola modern sekhas kompetisi kasta tertinggi Inggris.

“Ada banyak energi dan penuh dinamis dari setiap pemain, termasuk mereka yang jadi pemain pengganti. Rasanya seperti melihat tim Premier League bermain di level internasional. Di babak kedua tepatnya, rasanya seperti ada kekacauan tapi terorganisir. Apa mereka bisa menjadi kampiun dengan memainkan cara seperti itu? Kita nantikan saja,” ujar Jamie Carragher seperti dilansir dari Sky Sports, Jumat (19/6/2026).

Taktik Berani Tuchel Menuai Pujian

Senada dengan Carragher, legenda hidup Manchester United, Wayne Rooney, juga melempar apresiasi tinggi terhadap pendekatan taktis yang diusung oleh Tuchel. Menurut Rooney, keberanian untuk bermain menyerang dan keluar dari zona nyaman adalah kunci utama jika Inggris ingin menyudahi puasa gelar internasional mereka.

“Saya suka melihat Tuchel yang meminta timnya lebih berani. Sebab, memang seperti itulah caranya kalau mau menang di turnamen sebesar Piala Dunia. Semua pemain memberikan segalanya, termasuk mereka yang masuk dari bangku cadangan. Mereka memulainya dengan sangat brilian,” cetus Wayne Rooney kepada BBC.

Kesan Paling Positif di Matchday Pertama

Kemenangan meyakinkan atas Kroasia ini menempatkan Inggris sebagai salah satu kontestan dengan impresi permainan paling positif pada matchday pertama fase grup Piala Dunia 2026. Kolektivitas tim yang dipadukan dengan fisik prima khas kick and rush Premier League diprediksi akan menjadi senjata mematikan Inggris untuk melaju jauh di turnamen ini.

Ujian konsistensi taktik Thomas Tuchel berikutnya akan kembali diuji pada laga kedua Grup L. Publik kini menanti apakah gaya “kekacauan terorganisir” ini mampu dipertahankan demi membawa trofi Piala Dunia pulang ke tanah Inggris. (*)

Poin Utama Berita

  • Awal Manis Thomas Tuchel: Timnas Inggris sukses menumbangkan Kroasia 4-2 pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 lewat performa yang agresif.

  • Kombinasi Pemain Pengganti: Masuknya Bukayo Saka dan Marcus Rashford dari bangku cadangan menjadi kunci penentu yang memperlebar keunggulan Inggris.

  • Pujian Gaya Premier League: Jamie Carragher memuji intensitas tinggi permainan Inggris dan menyebutnya menyerupai kecepatan bermain klub-klub Premier League.

  • Apresiasi Wayne Rooney: Rooney menyukai eksperimen berani Tuchel yang menginstruksikan para pemain tampil tanpa rasa takut sejak menit awal laga.

  • Kandidat Kuat Juara: Berkat kemenangan produktif ini, Inggris dicap sebagai salah satu tim dengan penampilan paling menjanjikan di matchday pertama fase grup.