Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BOLAPERISTIWAVIRAL

VIRAL! Kericuhan EPA U-20 di Semarang, Tendangan “Kungfu” Gegerkan Sepakbola Usia Dini Indonesia

34
×

VIRAL! Kericuhan EPA U-20 di Semarang, Tendangan “Kungfu” Gegerkan Sepakbola Usia Dini Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG | SENTRAPOS.CO.ID — Dunia sepakbola usia dini Indonesia kembali tercoreng. Kericuhan terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United kontra Bhayangkara FC di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Dewa United 2-1 itu seharusnya menjadi ajang pembinaan talenta muda. Namun, situasi memanas usai peluit panjang dibunyikan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Gol kemenangan Dewa United dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara FC hanya mampu membalas satu gol lewat Aqilah Lussnah.

Kericuhan mencuat setelah pertandingan berakhir. Sejumlah video yang viral di media sosial memperlihatkan aksi kekerasan di lapangan, termasuk dugaan tendangan keras bergaya “kungfu” yang mengarah ke leher pemain lawan.

Tidak hanya pemain, insiden juga melibatkan ofisial tim. Dalam unggahan media sosial, terlihat pelatih kiper Bhayangkara FC diduga melakukan tindakan pemukulan terhadap pemain lawan.

Asisten pelatih Dewa United, Firman Utina, secara terbuka mengecam insiden tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

“Kamu tuh pelatih, bukan preman. Makanya kursus jangan tidur, supaya belajar sama-sama. Ini bukan zaman lo main,” tegas Firman Utina.

Ia juga menyinggung pentingnya profesionalisme dalam sepakbola usia muda agar tidak merusak masa depan pemain.

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, turut angkat bicara. Ia menyayangkan keras kejadian tersebut dan menegaskan akan ada konsekuensi jika pemain binaan tim nasional terbukti terlibat.

“Apapun situasi dan alasannya, kejadian itu bukan contoh yang baik. Jika benar ada pemain Timnas usia muda yang terlibat, tentu akan ada konsekuensi,” ujar Nova.

Ia juga menegaskan bahwa pemain muda seharusnya menjadi teladan dalam menjunjung tinggi sportivitas di lapangan.

“Selalu respect dengan apapun yang berada di lapangan dan jadikan ini pembelajaran agar tidak terulang kembali.”

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari operator liga ILeague, PSSI, maupun kedua klub terkait insiden tersebut.

Publik kini menunggu langkah tegas dari federasi untuk menjaga marwah kompetisi dan memastikan pembinaan sepakbola usia dini berjalan sesuai nilai sportivitas. (*)


Poin Utama Berita

  • Kericuhan terjadi usai laga EPA U-20 di Stadion Citarum, Semarang
  • Dewa United menang 2-1 atas Bhayangkara FC
  • Viral video tendangan “kungfu” ke arah pemain lawan
  • Ofisial tim diduga ikut terlibat aksi kekerasan
  • Firman Utina kecam keras tindakan tidak profesional
  • Nova Arianto tegaskan potensi sanksi bagi pemain Timnas muda
  • Belum ada pernyataan resmi dari PSSI dan operator liga