Tim Pengawas Haji DPR RI Menilai Penyelenggaraan Haji 2026 Lebih Baik Dibanding Tahun-Tahun Sebelumnya, Namun Fasilitas Jemaah di Mina dan Pelaksanaan Puncak Haji Masih Menjadi Catatan Evaluasi
JAKARTA | Sentrapos.co.id
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan Timwas Haji DPR RI selama pelaksanaan musim haji, terdapat berbagai perbaikan yang dinilai berhasil mendorong transformasi tata kelola layanan bagi jemaah Indonesia.
Menurut Cucun, evaluasi yang dilakukan secara komparatif dari tahun ke tahun menunjukkan adanya lompatan transformasi positif dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Kalau kita komparasikan dari tahun ke tahun, harus disampaikan secara jujur bahwa pelaksanaan haji tahun ini sudah melakukan lompatan transformasi yang bagus,” ujar Cucun di Gedung DPR RI, Jakarta.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya perbaikan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang selama ini menjadi perhatian pemerintah, DPR RI, serta masyarakat luas.
DPR Soroti Persoalan di Mina dan Fase Armuzna
Meski mengapresiasi berbagai kemajuan yang terjadi, DPR RI menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Cucun menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan kegiatan berskala besar yang sarat dengan dinamika dan kondisi yang tidak selalu dapat diprediksi.
“Pelaksanaan haji itu masih banyak hal yang sifatnya unpredictable atau sulit diprediksi,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Salah satu catatan penting yang ditemukan Timwas Haji DPR RI adalah terkait fasilitas penampungan jemaah di Mina yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan para jemaah.
Menurutnya, beberapa kendala terkait fasilitas dan kapasitas penampungan masih ditemukan selama pelaksanaan ibadah di kawasan tersebut.
“Masih ada kejadian terkait penampungan di Mina yang fasilitasnya belum sepenuhnya terpenuhi,” ungkap Cucun.
Selain persoalan di Mina, DPR juga mencatat sejumlah evaluasi pada fase puncak ibadah haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang dikenal dengan istilah Armuzna.
Fase Armuzna selama ini menjadi indikator utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji karena melibatkan pergerakan jutaan jemaah dalam waktu yang relatif bersamaan.
“Indikator kesuksesan haji itu ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada fase ini kami masih memiliki sejumlah catatan yang harus diperbaiki,” tegasnya.
DPR Siapkan Evaluasi Menyeluruh Bersama Stakeholder
Untuk menindaklanjuti berbagai temuan tersebut, Timwas Haji DPR RI dijadwalkan menggelar rapat evaluasi bersama kementerian, lembaga terkait, serta seluruh stakeholder penyelenggara ibadah haji pada 15 Juni 2026.
Evaluasi tersebut akan membahas secara komprehensif berbagai aspek pelayanan, mulai dari transportasi, akomodasi, kesehatan, konsumsi hingga manajemen pergerakan jemaah selama puncak ibadah haji.
Hasil evaluasi nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi DPR RI dan disampaikan dalam rapat paripurna sebagai bagian dari laporan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
“Seluruh temuan dan evaluasi akan kami bahas bersama stakeholder terkait, kemudian hasilnya akan kami sampaikan dalam rapat paripurna DPR RI sebagai bentuk pertanggungjawaban pengawasan,” ujar Cucun.
Momentum Perbaikan Haji Indonesia
Peningkatan kualitas layanan haji pada tahun 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam memperkuat sistem pelayanan jemaah Indonesia di masa mendatang.
Meski sejumlah catatan masih ditemukan, DPR menilai berbagai transformasi yang telah dilakukan menunjukkan arah perbaikan yang positif.
Dengan evaluasi yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pihak, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia diharapkan semakin profesional, aman, nyaman, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jutaan jemaah setiap tahunnya.
(*)
Poin Utama Berita
- DPR RI mengapresiasi penyelenggaraan Haji 2026 yang dinilai mengalami lompatan transformasi positif.
- Timwas Haji DPR menyebut kualitas layanan tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
- Fasilitas penampungan jemaah di Mina masih menjadi sorotan dan bahan evaluasi.
- Fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) masih menyisakan sejumlah catatan.
- DPR menilai Armuzna menjadi indikator utama keberhasilan penyelenggaraan haji.
- Evaluasi menyeluruh akan digelar Timwas Haji DPR bersama stakeholder pada 15 Juni 2026.
- Hasil pengawasan akan dilaporkan dalam rapat paripurna DPR RI.
- DPR mendorong perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah Indonesia.

















