Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWASOSIAL POLITIK

Puan Maharani Minta Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Fokus pada Manajerial, DPR Soroti Evaluasi Usai 5 Peserta Meninggal

25
×

Puan Maharani Minta Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Fokus pada Manajerial, DPR Soroti Evaluasi Usai 5 Peserta Meninggal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Sentrapos.co.id – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) agar pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih lebih difokuskan pada aspek manajerial, menyusul evaluasi terhadap program pelatihan yang sebelumnya mengakibatkan lima peserta meninggal dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026), sebagai respons atas hasil evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan pelatihan dasar militer (Latsarmil) bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya lebih fokus pada manajerial saja agar pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan.”

— Puan Maharani, Ketua DPR RI

DPR Akan Awasi Hasil Evaluasi Pemerintah

Puan menegaskan DPR akan terus memantau tindak lanjut evaluasi yang dilakukan pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh materi maupun metode pelatihan.

“Evaluasinya harus menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang akan dilakukan. Nanti akan kami tindak lanjuti.”

— Puan Maharani

Selain itu, Ketua DPR RI juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga lima peserta yang meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

“Kami di DPR menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali.”

— Puan Maharani

Kemenhan Hapus Materi Menembak

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan memastikan telah melakukan sejumlah perubahan dalam pelaksanaan program pelatihan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa materi menembak tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum pelatihan.

“Kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini.”

— Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait

Keputusan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta dalam program pelatihan sebelumnya.

Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Selain menghapus materi menembak, Kemenhan juga mengurangi intensitas latihan fisik dan menyesuaikannya dengan latar belakang peserta yang berasal dari kalangan sipil.

Pelatihan kini diarahkan pada pembentukan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, serta peningkatan kemampuan manajerial sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.

Sebagai bagian dari perubahan tersebut, istilah Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) resmi diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Perubahan itu diharapkan mampu menjaga tujuan program tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan peserta.

(*)


Poin Utama Berita

  • Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih difokuskan pada aspek manajerial.
  • DPR akan mengawasi hasil evaluasi pemerintah setelah lima peserta pelatihan meninggal dunia.
  • Puan meminta kejadian serupa tidak kembali terulang.
  • Kemenhan menghapus materi menembak dari program pelatihan.
  • Intensitas latihan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan warga sipil.
  • Fokus pelatihan kini diarahkan pada kepemimpinan, disiplin, bela negara, dan kemampuan manajerial.
  • Istilah Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) resmi diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
  • Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program SPPI Kopdes Merah Putih.