LAMONGAN, Sentrapos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) dan Bina Konstruksi akan merevitalisasi 94 waduk dan embung yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan sumber daya air, meningkatkan kapasitas tampung, mendukung sistem irigasi pertanian, serta mengantisipasi dampak kekeringan saat musim kemarau.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU SDA dan Bina Konstruksi Lamongan, Saikhu, menjelaskan revitalisasi meliputi pengerukan waduk dan rawa, pembangunan embung baru, rehabilitasi embung, hingga peninggian tanggul.
“Sebanyak 45 paket berupa pengerukan waduk maupun rawa, 20 paket pembangunan embung, 27 paket rehabilitasi embung, serta dua paket peninggian tanggul.”
— Saikhu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU SDA dan Bina Konstruksi Lamongan
Menjangkau Berbagai Kecamatan
Program revitalisasi akan dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan, antara lain:
- Karanggeneng
- Sekaran
- Modo
- Tikung
- Babat
- Solokuro
- Sukorame
- Sambeng
- Brondong
- Mantup
- Maduran
- Karangbinangun
- Kedungpring
- Sarirejo
- Sukodadi
- Sugio
- Bluluk
Pendanaan program berasal dari berbagai sumber, yakni APBD Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Pemerintah Pusat, dengan besaran anggaran yang disesuaikan berdasarkan jenis dan volume pekerjaan di masing-masing lokasi.
Waduk Gondang Mulai Dikeruk
Salah satu proyek yang telah memasuki tahap pelaksanaan adalah pengerukan Waduk Gondang di Kecamatan Sugio.
Saat ini, pekerjaan berada pada tahap persiapan dengan pemasangan sarana pendukung untuk menjangkau area tengah waduk.
Pengerukan dilakukan menggunakan dredger, yakni kapal khusus yang dirancang untuk mengangkat endapan sedimentasi dari dasar perairan.
“Pengerukan Waduk Gondang menggunakan dredger.”
— Saikhu
Menurut Saikhu, penggunaan dredger bertujuan mengembalikan kapasitas tampung waduk sehingga fungsi penyimpanan air dapat kembali optimal.
Antisipasi Kekeringan dan Dukung Pertanian
Selain mengurangi sedimentasi, pembangunan dan rehabilitasi embung juga diarahkan untuk meningkatkan cadangan air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian maupun kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, peninggian tanggul dilakukan guna memperkuat infrastruktur pengairan sekaligus mengurangi potensi luapan air di sejumlah wilayah rawan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan menilai revitalisasi infrastruktur sumber daya air menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
“Dengan meningkatnya kapasitas tampung air, diharapkan pasokan air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat dapat kembali optimal serta menopang sektor pertanian sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Kabupaten Lamongan.”
— Saikhu
Melalui program revitalisasi ini, Pemkab Lamongan berharap fungsi waduk, rawa, dan embung yang selama ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi dapat kembali optimal, sehingga mampu meningkatkan ketahanan air dan mendukung pembangunan sektor pertanian secara berkelanjutan.
(*)
Poin Utama Berita
- Pemkab Lamongan akan merevitalisasi 94 waduk dan embung sepanjang tahun 2026.
- Program meliputi 45 paket pengerukan waduk dan rawa, 20 pembangunan embung, 27 rehabilitasi embung, serta dua peninggian tanggul.
- Revitalisasi dilaksanakan di berbagai kecamatan di Kabupaten Lamongan.
- Pendanaan berasal dari APBD Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat.
- Pengerukan Waduk Gondang di Kecamatan Sugio mulai dikerjakan menggunakan kapal dredger.
- Revitalisasi bertujuan meningkatkan kapasitas tampung air dan mengurangi sedimentasi.
- Program diharapkan mendukung irigasi pertanian, ketahanan air, serta mengantisipasi kekeringan.
- Pemkab Lamongan menargetkan penguatan infrastruktur sumber daya air sebagai penopang sektor pertanian.

















