LAMONGAN, Sentrapos.co.id – Ratusan bonsai dengan bentuk artistik dan karakter unik memadati kawasan Alun-alun Lamongan dalam ajang Kontes dan Pameran Bonsai Nasional yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Lamongan.
Tak hanya menjadi suguhan seni tanaman hias, pameran tersebut juga menyita perhatian publik karena menghadirkan sejumlah bonsai bernilai fantastis. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah bonsai jenis Santigi yang pernah mendapat penawaran hingga Rp1 miliar, namun ditolak pemiliknya yang baru bersedia melepas dengan harga Rp2 miliar.
Sebanyak 682 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Ajang ini menjadi wadah bagi para kolektor, petani bonsai, serta pecinta tanaman untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi dari seni membonsai.
“Kami berharap petani bonsai di Lamongan bisa belajar dari kualitas bonsai yang dipamerkan, kemudian mengembangkannya menjadi karya sendiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi.”
— Suwanto, Ketua PPBI Cabang Lamongan
Bonsai Bernilai Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah
Ketua PPBI Lamongan Suwanto menjelaskan, sejumlah bonsai yang dipamerkan memiliki nilai jual di atas Rp100 juta.
Menurutnya, salah satu koleksi yang menjadi perhatian adalah bonsai Santigi, yang pernah ditawar Rp1 miliar namun tidak dilepas karena pemiliknya mematok harga Rp2 miliar.
Nilai ekonomis sebuah bonsai ditentukan oleh berbagai faktor, mulai dari usia tanaman, karakter batang, tingkat kesulitan pembentukan, hingga nilai seni yang melekat pada pohon tersebut.
Sebagian bonsai yang dipamerkan bahkan telah berusia 40 hingga 50 tahun, sehingga memiliki nilai koleksi yang sangat tinggi.
“Semakin tua usia tanaman dan semakin baik kualitas pembentukannya, maka nilai bonsai akan terus meningkat.”
— Suwanto
Bonsai Santigi Jadi Primadona Kolektor
Dalam dunia bonsai nasional, Santigi menjadi salah satu jenis yang paling diminati para kolektor.
Tanaman endemik Indonesia tersebut dikenal memiliki karakter batang yang eksotis, tekstur alami yang kuat, serta bentuk yang ideal untuk dibentuk menjadi karya seni bonsai bernilai tinggi.
Karakter tersebut membuat bonsai Santigi kerap menjadi incaran kolektor dari berbagai daerah di Indonesia.
Edukasi Generasi Muda dan Dorong Ekonomi Kreatif
Selain menghadirkan kontes, PPBI Lamongan juga menjadikan pameran ini sebagai media edukasi bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Panitia berencana mengajak siswa sekolah mengunjungi lokasi pameran agar mengenal seni bonsai sekaligus memahami peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor tanaman hias.
“Kami ingin mengenalkan bonsai sejak dini kepada generasi muda. Bonsai bukan sekadar tanaman hias, tetapi juga karya seni yang nilainya bisa terus bertambah dan berpotensi menjadi sumber penghasilan.”
— Suwanto
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi baru petani dan pehobi bonsai yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Lamongan.
Pameran Dibuka Gratis untuk Masyarakat
Ketua Panitia Munawi menjelaskan proses penjurian telah dilakukan sebelum pembukaan resmi.
Setelah tahapan penilaian selesai, masyarakat dapat menikmati seluruh koleksi bonsai secara gratis tanpa dipungut biaya.
“Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa pameran bonsai itu eksklusif. Justru kami ingin masyarakat datang, melihat, dan semakin mencintai seni bonsai.”
— Munawi, Ketua Panitia Pameran
Pameran Bonsai Nasional dijadwalkan resmi dibuka pada Selasa (30/6/2026) malam dan akan dihadiri perwakilan PPBI Pusat, Bupati Lamongan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Melalui kegiatan ini, PPBI Lamongan berharap seni bonsai semakin dikenal luas sebagai bagian dari budaya, kreativitas, sekaligus peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Sumber: DetikJatim)
Poin Utama Berita
- Sebanyak 682 bonsai dari berbagai daerah dipamerkan di Alun-alun Lamongan.
- Bonsai jenis Santigi menjadi perhatian karena pernah ditawar Rp1 miliar, namun ditolak pemilik yang mematok harga Rp2 miliar.
- Sejumlah bonsai memiliki nilai jual lebih dari Rp100 juta.
- Nilai bonsai dipengaruhi usia tanaman, karakter batang, tingkat kesulitan pembentukan, dan nilai seni.
- Sebagian bonsai yang dipamerkan telah berusia 40–50 tahun.
- PPBI Lamongan ingin mendorong lahirnya petani bonsai baru melalui edukasi kepada masyarakat dan pelajar.
- Pameran dibuka gratis untuk umum setelah proses penjurian selesai.
- Kegiatan diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis tanaman hias di Lamongan.
















