Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTNASIONALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Investigasi UBK: Eks Ketua BEM FH Akui Terima Rp20 Juta Usai Demo, Diduga Bersumber dari Oknum Polisi

21
×

Investigasi UBK: Eks Ketua BEM FH Akui Terima Rp20 Juta Usai Demo, Diduga Bersumber dari Oknum Polisi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Sentrapos.co.id – Tim Investigasi Demonstrasi 15 Juni Universitas Bung Karno (UBK) mengungkap hasil pemeriksaan internal yang menyebut mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) UBK, Muhammad Abdimaludin, mengakui menerima uang tunai sebesar Rp20 juta setelah aksi demonstrasi pada 15 Juni 2026.

Temuan tersebut disampaikan Ketua Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK, Eko Suryo S, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap Muhammad Abdimaludin yang dilakukan pada Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menurut Eko, berdasarkan pengakuan Abdimaludin, sebelum demonstrasi berlangsung ia sempat bertemu dengan tiga orang, terdiri atas dua senior organisasi yang juga alumni UBK serta seorang yang disebut berasal dari aparat kepolisian.

“Berdasarkan pengakuan Abdi, sebelum demo bertemu dengan tiga orang. Dua di antaranya seniornya di organisasi eksternal kampus, sedangkan satu orang berasal dari aparat kepolisian.”

— Eko Suryo S, Ketua Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK

Diduga Sudah Ada Penawaran Sebelum Demonstrasi

Tim investigasi mengungkap, pertemuan tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB di wilayah Jakarta Pusat pada hari pelaksanaan demonstrasi.

Dalam pertemuan itu, menurut pengakuan Abdimaludin, uang tunai sebesar Rp20 juta telah dibawa oleh dua seniornya dan disebut berasal dari oknum aparat.

Namun, uang tersebut belum diterima saat itu.

“Sudah akan diberikan, tetapi Abdi belum mau menerima.”

— Eko Suryo S

Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, Abdimaludin disebut tidak memberikan alasan secara rinci mengapa saat itu menolak menerima uang tersebut.

Uang Diterima Setelah Aksi Berakhir

Tim investigasi menyebut demonstrasi akhirnya tetap berlangsung sesuai keputusan mahasiswa dan tidak bergeser ke lokasi yang diinginkan pihak yang menawarkan uang.

Setelah aksi selesai pada malam harinya, Abdimaludin mengaku menerima uang Rp20 juta dari salah seorang seniornya di sebuah kafe di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, pada 16 Juni 2026, uang tersebut dibagikan kepada empat orang lainnya yang berasal dari organisasi kemahasiswaan di lingkungan UBK.

Sebelumnya Disebut Ada Tawaran Rp50 Juta hingga Rp70 Juta

Dalam pemeriksaan, Abdimaludin juga mengaku pernah dua kali bertemu dengan oknum aparat sebelum demonstrasi.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada tim investigasi, pada 14 Juni 2026 ia sempat memperoleh tawaran uang sebesar Rp50 juta, kemudian meningkat menjadi Rp70 juta, dengan tujuan agar lokasi aksi demonstrasi dialihkan dari rencana semula.

Namun, Abdimaludin mengklaim kedua tawaran tersebut ditolak.

“Jadi sebelumnya ada dua tawaran, Rp50 juta dan Rp70 juta. Dalam dua kali tawaran itu, aparat yang menemui Abdi berbeda orang.”

— Eko Suryo S

Asal Aparat Masih Didalami

Tim investigasi menyatakan telah memperoleh keterangan mengenai asal satuan aparat yang disebut bertemu dengan Abdimaludin.

Namun, informasi tersebut belum disampaikan kepada publik karena masih menjadi bagian dari proses pendalaman internal.

Menurut Eko, kontak awal diduga bermula dari nomor telepon koordinator aksi yang sebelumnya telah tersebar melalui informasi demonstrasi di media sosial.

Hasil Investigasi Bersifat Klarifikasi Internal

Universitas Bung Karno menegaskan proses investigasi dilakukan sebagai bentuk klarifikasi internal terhadap dugaan penerimaan uang yang menyeret nama mantan Ketua BEM FH UBK.

Hasil pemeriksaan tersebut mengungkap bahwa uang Rp20 juta diterima setelah demonstrasi berlangsung, berbeda dengan informasi awal yang sempat beredar dan menyebut uang diberikan sebelum aksi dimulai.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari institusi Kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum aparat sebagaimana disebut dalam hasil investigasi internal UBK. Dugaan tersebut masih memerlukan proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.

(*)


Poin Utama Berita

  • Tim Investigasi UBK menyebut mantan Ketua BEM FH UBK mengakui menerima uang Rp20 juta setelah demonstrasi 15 Juni 2026.
  • Berdasarkan hasil klarifikasi internal, uang diduga berasal dari oknum aparat kepolisian melalui perantara senior organisasi.
  • Sebelum aksi, Abdimaludin mengaku sempat bertemu tiga orang, termasuk seorang yang disebut berasal dari aparat.
  • Tim investigasi menyebut uang baru diterima setelah demonstrasi selesai di kawasan Cikini.
  • Sebagian uang kemudian dibagikan kepada empat orang lainnya pada 16 Juni 2026.
  • Abdimaludin juga mengaku pernah mendapat tawaran Rp50 juta dan Rp70 juta untuk mengalihkan lokasi demonstrasi, namun mengklaim menolaknya.
  • Asal satuan aparat yang disebut dalam pemeriksaan belum dipublikasikan karena masih dalam pendalaman.
  • Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari institusi Kepolisian mengenai temuan investigasi internal tersebut.