Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTMETRO | REGIONALPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Tuntut Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Ratusan Mahasiswa PMII Kepung DPRD Jatim

311
×

Tuntut Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Ratusan Mahasiswa PMII Kepung DPRD Jatim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai komisariat kampus di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jumat (19/6/2026) petang.

Aksi turun ke jalan ini dipicu oleh kegelisahan kaum intelektual terhadap arah kebijakan nasional. Secara tegas, massa aksi menuntut pemerintah mengevaluasi total hingga menghentikan program unggulan nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Massa yang memadati area depan gerbang parlemen sejak pukul 16.00 WIB tersebut bergantian menyampaikan orasi politik secara bergantian, lugas, dan tajam di bawah kawalan ketat aparat keamanan.

Soroti Anggaran Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Roisatul Muttaqin, dalam rilis orasinya menyatakan bahwa banyak kebijakan yang digulirkan oleh Kabinet Prabowo-Gibran saat ini dirasa belum menyentuh esensi kebutuhan rakyat kecil, bahkan cenderung membebani instrumen fiskal negara.

“Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah hari ini sangat tidak berpihak kepada rakyat kecil. Salah satu program yang menjadi sorotan kami adalah makan bergizi gratis (MBG), di mana proses anggaran tidak transparan, dan banyak permainan,” tegas Roisatul di hadapan massa aksi, Jumat (19/6/2026).

Tidak hanya membidik program MBG, PMII Surabaya juga mendesak pembubaran program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Mereka mengklaim program pemberdayaan ekonomi tersebut berjalan tidak efektif dan belum memberikan asas manfaat yang nyata bagi masyarakat pedesaan.

“Kami juga menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah saat ini serta fluktuasi harga BBM yang berdampak langsung pada rantai pasok ekonomi masyarakat bawah,” tambahnya tajam.

Sumpah Mahasiswa Ditandatangani Anggota Dewan

Setelah sempat memanas dalam penyampaian tuntutan, perwakilan massa aksi akhirnya ditemui langsung oleh Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Yordan M Batara Goa. Di hadapan ratusan mahasiswa, legislator tersebut bersedia menerima aspirasi dan menandatangani lembar pakta integritas 11 tuntutan PMII.

Usai tuntutan tertulis mereka resmi mengantongi tanda tangan perwakilan parlemen, sekitar pukul 17.40 WIB, ratusan massa mahasiswa tersebut akhirnya membubarkan diri secara teratur dan kondusif.

Berikut adalah daftar lengkap 11 tuntutan krusial yang diusung oleh PMII Surabaya dalam demonstrasi di DPRD Jatim:

  1. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

  2. Segera sahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.

  3. Bebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat.

  4. Cabut revisi UU TNI dan UU Polri yang dinilai inkonstitusional.

  5. Realokasikan APBN secara maksimal kepada sektor pendidikan dan kesehatan.

  6. Hentikan aktivitas industri ekstraktif yang mengeksploitasi lingkungan dan pulihkan ekosistem yang rusak.

  7. Desak pemerintah tingkatkan diplomasi internasional guna menghadapi eskalasi konflik global demi stabilitas nasional.

  8. Tolak gelombang PHK massal, berikan jaminan kesejahteraan buruh, pegawai honorer, dan PPPK.

  9. Tolak segala bentuk militerisme pada ranah sipil.

  10. Pecat pejabat nir-kompeten dalam jajaran kabinet pemerintahan.

  11. Turunkan harga bahan pokok yang kian melambung tinggi.

Poin Utama Berita

  • Demo Skala Besar: Ratusan mahasiswa PMII dari berbagai kampus di Surabaya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim.

  • Tolak Program Unggulan: Mahasiswa menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai tidak transparan dan rawan penyelewengan anggaran.

  • Kritik Ekonomi & Kebijakan: PMII menyoroti pelemehan nilai tukar rupiah, tingginya harga BBM, serta mendesak pembubaran Koperasi Desa Merah Putih.

  • Respons DPRD Jatim: Anggota DPRD Jatim, Yordan M Batara Goa (PDIP), menemui massa dan resmi menandatangani 11 poin pakta integritas tuntutan mahasiswa.

  • Aksi Berjalan Damai: Demonstrasi yang berlangsung dari sore hingga menjelang petang tersebut berakhir dengan tertib dan kondusif.