Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIINVESTIGASI & SOROTPERISTIWASOSIAL POLITIK

Kemhan Resmi Ubah Program SPPI, Pelatihan Militer dan Status Komcad Dihapus Usai Evaluasi Kasus 5 Peserta Meninggal

173
×

Kemhan Resmi Ubah Program SPPI, Pelatihan Militer dan Status Komcad Dihapus Usai Evaluasi Kasus 5 Peserta Meninggal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Sentrapos.co.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi melakukan perubahan besar terhadap penyelenggaraan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Salah satu kebijakan penting yang diputuskan adalah menghapus pelatihan militer serta status peserta sebagai Komponen Cadangan (Komcad) setelah dilakukan evaluasi menyeluruh.

Perubahan tersebut diumumkan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Evaluasi dilakukan setelah insiden meninggalnya lima peserta SPPI saat mengikuti pendidikan dasar kemiliteran, sehingga pemerintah memutuskan melakukan penyempurnaan kurikulum dan metode pelatihan.

“Yang semula mereka juga akan menjadi Komponen Cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan dan pelatihan bela negara yang sangat berbeda sekali dengan Komcad,” ujar Wamenhan Donny Ermawan Taufanto.

Materi Senjata dan Taktik Militer Resmi Dihapus

Dalam skema baru, seluruh materi yang berkaitan dengan penggunaan senjata, taktik militer, maupun pelatihan tempur tidak lagi diberikan kepada peserta SPPI.

Sebagai gantinya, program difokuskan pada pendidikan bela negara yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan.

“Intinya adalah tidak ada lagi pelajaran-pelajaran terkait dengan senjata ataupun taktik-taktik militer,” tegas Donny.

Materi yang akan diterima peserta meliputi:

  • Nasionalisme.
  • Patriotisme.
  • Disiplin.
  • Kepemimpinan.
  • Kerja sama tim.
  • Koordinasi lapangan.
  • Etika kepemimpinan.

Menurut Kemhan, pembinaan tersebut dipersiapkan agar lulusan SPPI mampu menjalankan tugas pembangunan masyarakat secara profesional tanpa dibekali kemampuan militer.

Pendidikan Bela Negara Dipangkas Menjadi Dua Minggu

Selain perubahan kurikulum, Kemhan juga memangkas durasi pendidikan bela negara.

Sebelumnya, pendidikan dasar dengan konsep Komponen Cadangan berlangsung selama satu bulan, kini dipersingkat menjadi dua minggu.

Sementara sisa waktu pelatihan dialihkan untuk memperkuat kompetensi manajerial peserta.

“Yang tadinya Komponen Cadangan selama satu bulan, pendidikan bela negara kami perpendek menjadi dua minggu. Sisanya satu bulan digunakan untuk pendidikan dan pelatihan manajerial,” jelas Donny.

Fokus pada Keterampilan Manajerial

Kemhan menjelaskan bahwa materi manajerial akan disesuaikan dengan bidang penugasan masing-masing peserta setelah lulus.

Peserta yang akan ditempatkan sebagai manajer Koperasi Desa Merah Putih akan memperoleh modul pelatihan dari Kementerian Koperasi, sedangkan peserta yang bertugas di program Kampung Nelayan akan mendapatkan materi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Seluruh modul disiapkan langsung oleh kementerian teknis agar kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan program pemerintah.

Lokasi Pendidikan Tetap di 67 Satuan Pendidikan

Meski terjadi perubahan substansi kurikulum dan durasi pelatihan, lokasi pendidikan SPPI tidak mengalami perubahan.

Peserta tetap akan mengikuti pendidikan di 67 Satuan Pendidikan (Satdik) yang selama ini menjadi lokasi penyelenggaraan program.

“Tempat pembelajaran tetap di 67 Satdik tersebut. Yang berubah hanyalah materi dan durasi pendidikannya,” kata Donny.

Evaluasi untuk Meningkatkan Keselamatan Peserta

Perubahan kurikulum SPPI menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat aspek keselamatan peserta sekaligus memastikan program lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Melalui pendekatan baru ini, SPPI diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki karakter kebangsaan kuat, kompetensi manajerial yang baik, serta mampu mendukung program strategis pemerintah di bidang koperasi, ekonomi desa, dan pemberdayaan masyarakat. (*)


Poin Utama Berita

  • Kemhan resmi menghapus pelatihan militer dan status Komponen Cadangan (Komcad) dalam Program SPPI.
  • Kebijakan diambil setelah evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta SPPI saat pendidikan dasar kemiliteran.
  • Materi penggunaan senjata dan taktik militer dihapus dari kurikulum.
  • Pendidikan difokuskan pada bela negara, nasionalisme, patriotisme, disiplin, dan kepemimpinan.
  • Durasi pendidikan bela negara dipangkas dari satu bulan menjadi dua minggu.
  • Waktu pelatihan diperbanyak untuk pendidikan manajerial sesuai bidang penugasan.
  • Modul pelatihan akan disiapkan oleh Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  • Lokasi pendidikan tetap berlangsung di 67 Satuan Pendidikan (Satdik).