Trofi Eropa pertama dalam 30 tahun membawa Aston Villa kembali disegani, sementara Unai Emery menegaskan statusnya sebagai Raja Liga Europa
ISTANBUL | Sentrapos.co.id – Aston Villa akhirnya mengakhiri penantian panjang selama tiga dekade setelah sukses menjuarai Liga Europa 2026 usai membungkam SC Freiburg dengan skor meyakinkan 3-0 di Besiktas Park, Istanbul, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan bersejarah tersebut sekaligus menandai kebangkitan besar Aston Villa di bawah komando pelatih asal Spanyol, Unai Emery. Tiga gol kemenangan Villa dicetak oleh Youri Tielemans, Emi Buendia, dan Morgan Rogers dalam laga final yang berlangsung penuh tensi.
Keberhasilan ini menjadi trofi Eropa pertama Aston Villa dalam 30 tahun terakhir dan mempertegas transformasi luar biasa yang dibangun Emery sejak datang pada November 2022.
“Kami perlu mencoba lagi untuk bersaing memperebutkan trofi, terutama di Eropa. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus,” ujar Unai Emery usai pertandingan.
Villa tampil disiplin sejak menit awal. Meski sempat bermain hati-hati pada 30 menit pertama, perlahan mereka mulai mendominasi permainan dan berhasil memecah kebuntuan lewat skema bola mati yang dieksekusi dengan sempurna.
Gol pembuka membuat kepercayaan diri Aston Villa meningkat drastis. Freiburg yang sebelumnya cukup solid mulai kehilangan ritme permainan dan kesulitan keluar dari tekanan.
“Ketika kami mencetak gol melalui situasi bola mati, kami mendapatkan banyak rasa percaya diri untuk pertandingan tersebut,” lanjut Emery.
Dominasi Aston Villa terus berlanjut hingga babak kedua. Intensitas tekanan tinggi membuat Freiburg gagal mengembangkan permainan. Emi Buendia menggandakan keunggulan sebelum Morgan Rogers memastikan kemenangan telak 3-0 bagi wakil Inggris tersebut.
Kebangkitan Aston Villa di Era Unai Emery
Transformasi Aston Villa dalam dua musim terakhir menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di Eropa. Saat Emery pertama kali datang ke Villa Park pada 2022, klub berada di papan bawah Premier League dan hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.
Namun dalam waktu singkat, Emery berhasil membangun mentalitas baru dan membawa Villa kembali menjadi kekuatan kompetitif, baik di Inggris maupun Eropa.
Musim ini, Aston Villa tidak hanya berhasil finis di empat besar Premier League dan lolos ke Liga Champions, tetapi juga sukses mengangkat trofi Liga Europa.
Kesuksesan tersebut memperkuat reputasi Emery sebagai pelatih spesialis kompetisi Eropa.
“Saya sangat, sangat bangga,” kata Emery singkat kepada VillaTV.
Final di Istanbul menjadi partai final Eropa keenam sepanjang karier Emery. Dari enam final tersebut, lima berhasil dimenangkan. Rekor itu menjadikannya pelatih dengan koleksi gelar Liga Europa terbanyak sepanjang sejarah.
Sebelumnya, Emery sukses meraih tiga gelar bersama Sevilla dan satu trofi saat menangani Villarreal.
Freiburg Gagal Ukir Sejarah
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi SC Freiburg yang gagal meraih trofi mayor pertama dalam sejarah klub.
Pelatih Freiburg, Julian Schuster, mengakui timnya kehilangan kendali permainan sejak pertengahan babak pertama. Menurutnya, Aston Villa tampil jauh lebih efektif dan disiplin dalam memanfaatkan peluang.
“Mereka memainkannya dengan sempurna dan optimal,” ujar Schuster saat mengomentari gol pertama Aston Villa dari situasi bola mati.
Schuster juga menyoroti buruknya organisasi pertahanan Freiburg pada gol kedua yang dicetak Emi Buendia.
“Untuk gol kedua, itu murni kesalahan kami setelah bola kedua. Kami kehilangan organisasi pertahanan,” tegasnya.
Meski gagal juara, perjalanan Freiburg hingga final tetap menjadi pencapaian penting bagi klub Bundesliga tersebut. Namun malam di Istanbul sepenuhnya menjadi milik Aston Villa dan Unai Emery.
Kini, Villa menatap musim depan dengan penuh percaya diri sebagai juara Liga Europa sekaligus peserta Liga Champions 2026/2027. (*)
Poin Utama Berita
- Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai menang 3-0 atas SC Freiburg.
- Final berlangsung di Besiktas Park, Istanbul.
- Gol Villa dicetak Tielemans, Emi Buendia, dan Morgan Rogers.
- Unai Emery sukses membawa Aston Villa bangkit sejak 2022.
- Emery kini menjadi pelatih dengan gelar Liga Europa terbanyak sepanjang sejarah.
- Aston Villa meraih trofi Eropa pertama dalam 30 tahun.
- Freiburg gagal meraih trofi mayor pertama klub.
- Julian Schuster mengakui timnya kalah efektif dan kehilangan organisasi pertahanan.
- Aston Villa memastikan musim sempurna setelah lolos Liga Champions dan juara Liga Europa.

















