SURABAYA | Sentrapos.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kebutuhan tenaga pendidik tetap menjadi prioritas dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur mengungkapkan sekitar 1.300 guru akan memasuki masa purna tugas atau pensiun tahun ini.
Kepala BKD Jawa Timur, Indah Wahyuni, menegaskan Pemprov Jatim akan tetap membuka formasi CPNS guru untuk menutup kekurangan tenaga pendidik akibat tingginya angka pensiun ASN.
“Penambahan formasi guru memang iya, kami tetap menghitung ada formasi. Karena kalau kami tidak menambah tidak mungkin,” ujar Indah Wahyuni, Minggu (17/5/2026).
Perempuan yang akrab disapa Yuyun itu menjelaskan, total ASN Pemprov Jawa Timur yang memasuki masa pensiun sepanjang 2026 mencapai 2.647 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya merupakan tenaga pendidik.
“Tahun ini ASN Pemprov Jatim yang purna tugas sebanyak 2.647. Sedangkan untuk guru yang purna kurang lebih 1.300,” jelasnya.
Menurut Yuyun, dominasi jumlah guru dalam struktur ASN Pemprov Jatim membuat kebutuhan pengganti tenaga pengajar menjadi sangat penting demi menjaga kualitas pelayanan pendidikan.
Pemprov Jatim Siapkan Penataan Guru Non-ASN dan PPPK
Selain membuka peluang CPNS guru, Pemprov Jatim juga menyiapkan penataan tenaga pendidik non-ASN dan PPPK Paruh Waktu sesuai arahan Gubernur Jawa Timur.
BKD Jatim memastikan seluruh proses akan dilakukan sesuai regulasi pemerintah pusat dan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami tetap mengambil formasi dan menata seperti yang disampaikan Bu Gubernur terkait PPPK Paruh Waktu maupun Non-ASN guru. Nanti kita akan tata semuanya dan menyesuaikan ketentuan yang berlaku,” tegas Yuyun.
Ia juga memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam proses penataan maupun seleksi tenaga pendidik ke depan.
“Tidak ada yang dispesialkan, semua sama. Karena guru diperlukan, sebab kita harus memberikan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.
Kuota CPNS Guru 2026 Masih Menunggu Persetujuan Kemenpan RB
Terkait jumlah pasti formasi CPNS guru di Jawa Timur, BKD masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Pemprov Jatim saat ini tengah menghitung kebutuhan formasi berdasarkan kondisi riil di sekolah-sekolah serta kebutuhan tenaga pengajar di berbagai daerah.
“Kuotanya akan dihitung sesuai formasi kebutuhan, nanti akan kami sampaikan setelah mendapat persetujuan Kemenpan RB,” terang Yuyun.
BKD Jatim juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur terkait langkah penataan guru non-ASN agar tetap sejalan dengan aturan nasional.
Peluang Besar bagi Calon Guru di Jatim
Kebijakan penambahan formasi CPNS guru ini diperkirakan menjadi peluang besar bagi para lulusan pendidikan dan tenaga honorer yang ingin mengikuti seleksi ASN tahun 2026.
Dengan tingginya jumlah guru pensiun setiap tahun, kebutuhan tenaga pengajar di Jawa Timur diprediksi masih akan terus meningkat demi menjaga kualitas pendidikan di sekolah negeri. (*)
Poin Utama Berita
- BKD Jatim memastikan akan ada formasi CPNS guru tahun 2026.
- Sekitar 1.300 guru di Jawa Timur memasuki masa pensiun tahun ini.
- Total ASN Pemprov Jatim yang purna tugas mencapai 2.647 orang.
- Pemprov Jatim menyiapkan penataan PPPK Paruh Waktu dan guru non-ASN.
- Kuota formasi CPNS guru masih menunggu persetujuan Kemenpan RB.
- BKD Jatim sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait kebutuhan guru.
- Seleksi CPNS guru dipastikan untuk menjaga pelayanan pendidikan tetap optimal.
- Peluang rekrutmen guru ASN 2026 diprediksi terbuka cukup besar di Jawa Timur.

















