JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia turun hingga mencapai 0 persen pada tahun 2026. Target ambisius tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah telah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem nasional.
“Target kemiskinan ekstrem 2024 sebesar 0,99 persen. Tahun ini ditarget maksimal 0,38 persen atau akhir tahun bisa mencapai 0 persen kemiskinan ekstrem,” kata Cak Imin dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Cak Imin, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, angka kemiskinan ekstrem tercatat berada di level 0,78 persen dan ditargetkan terus ditekan hingga nol persen pada akhir 2026.
Pemerintah, kata dia, kini fokus mengonsolidasikan seluruh kementerian dan lembaga agar program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran di daerah prioritas.
“Ada 88 kabupaten/kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan. Supaya daerah-daerah ini menjadi konsentrasi kementerian dan lembaga agar kemiskinan ekstrem 0 persen tahun 2026 bisa tercapai,” tegasnya.
Selain penghapusan kemiskinan ekstrem, pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan nasional menjadi 5 persen pada tahun 2029.
Cak Imin menyatakan optimisme bahwa target tersebut realistis dicapai melalui sinergi kebijakan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan perlindungan sosial nasional.
“Kita optimistis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 ini bisa 0 persen, sedangkan kemiskinan nasional menjadi 5 persen pada 2029,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden RI akan mengumumkan sejumlah kebijakan strategis baru terkait percepatan penanggulangan kemiskinan dalam waktu dekat.
“Beberapa kebijakan khusus nanti Bapak Presiden sendiri yang akan mengumumkan,” tambah Ketua Umum PKB tersebut.
Cak Imin memaparkan bahwa angka kemiskinan nasional juga mengalami penurunan signifikan sejak 2024. Berdasarkan data pemerintah, tingkat kemiskinan nasional pada 2024 berada di angka 8,57 persen.
Kemudian turun menjadi 8,25 persen pada 2025 dan ditargetkan menurun lagi menjadi 7,36 persen sepanjang tahun 2026.
“Kemiskinan kita tahun 2024 sebesar 8,57 persen. Tahun 2025 turun menjadi 8,25 persen, dan tahun ini kita terus kejar sampai angka 7,36 persen,” jelasnya.
Pemerintah menilai pengentasan kemiskinan menjadi agenda prioritas nasional karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta stabilitas sosial nasional.
Selain bantuan sosial, pemerintah juga disebut akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan lapangan kerja, pendidikan vokasi, dan pengembangan UMKM di wilayah prioritas.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus menciptakan pemerataan pembangunan di berbagai daerah Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- Pemerintah targetkan kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026.
- Sebanyak 88 kabupaten/kota menjadi prioritas pengentasan kemiskinan.
- Cak Imin optimistis target nasional dapat tercapai.
- Angka kemiskinan ekstrem turun dari 0,99 persen menjadi 0,78 persen.
- Kemiskinan nasional ditarget turun menjadi 5 persen pada 2029.
- Presiden disebut akan mengumumkan kebijakan khusus pengentasan kemiskinan.
- Pemerintah fokus pada pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial.
- Program pengentasan kemiskinan akan diperkuat lintas kementerian dan lembaga.

















