Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Darurat Sampah Jakarta! Zulhas Ungkap Gunungan Bantargebang Setara Gedung 17 Lantai, Presiden Ikut Turun Tangan

33
×

Darurat Sampah Jakarta! Zulhas Ungkap Gunungan Bantargebang Setara Gedung 17 Lantai, Presiden Ikut Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa persoalan sampah di DKI Jakarta telah memasuki tahap darurat dan membutuhkan penanganan cepat serta terintegrasi.

Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto bahkan secara langsung memantau perkembangan penanganan sampah di ibu kota.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Darurat sampah DKI menjadi perhatian khusus Presiden. Bahkan hampir tiap minggu saya ditelepon untuk membahas persoalan ini,” tegas Zulhas, Senin (4/5/2026).

9.000 Ton Sampah per Hari, TPA Overload

Zulhas memaparkan bahwa produksi sampah di Jakarta mencapai sekitar 9.000 ton per hari, dengan mayoritas masih bergantung pada sistem open dumping di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kondisi tersebut dinilai sudah melampaui kapasitas.

“Sekitar 87 persen masih bergantung pada Bantargebang yang sudah jauh melebihi kapasitas. Tingginya seperti gedung 16 hingga 17 lantai,” ungkapnya.

Situasi ini mempertegas urgensi pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Solusi: Sampah Jadi Energi Listrik

Pemerintah mendorong percepatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang berfokus pada teknologi waste to energy atau pengolahan sampah menjadi listrik.

Pemprov DKI Jakarta telah mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di dua titik strategis:

  • Bantargebang (Bekasi)
  • Tunjungan, Kamal Muara (Jakarta Utara)

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan terbuka.

“Sampah akan diolah menjadi energi listrik dengan percepatan proses pembangunan,” jelas Zulhas.

Proyek Nasional Dipercepat

Zulhas juga mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah kini tengah berlangsung di berbagai daerah.

Dalam enam bulan terakhir, beberapa proyek bahkan telah memasuki tahap konstruksi, termasuk di Bandung, Bali, dan Bogor.

Program ini menargetkan penanganan di sekitar 71 kabupaten/kota dalam waktu relatif singkat.

“Dulu 11 tahun hanya satu proyek. Sekarang kita percepat untuk puluhan daerah,” tegasnya.

DKI Gandeng Danantara

Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan pihak swasta, termasuk Danantara, untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis energi.

“Kami menargetkan Jakarta memiliki tiga PLTSa serta fasilitas RDF Rorotan untuk mengatasi persoalan sampah,” ujarnya.

Zulhas menekankan bahwa keberhasilan penanganan sampah di Jakarta akan menjadi tolok ukur nasional.

“Kalau Jakarta belum beres, orang akan bilang sampah di Indonesia belum beres,” pungkasnya. (*)


Poin Utama Berita

  • Jakarta dinyatakan dalam kondisi darurat sampah
  • Produksi sampah mencapai 9.000 ton per hari
  • TPST Bantargebang over kapasitas, setara gedung 17 lantai
  • Presiden Prabowo ikut memantau langsung
  • Pemerintah dorong teknologi waste to energy
  • Dua lokasi PLTSa diusulkan di Jakarta
  • Target percepatan proyek di 71 daerah
  • Pemprov DKI gandeng Danantara bangun fasilitas pengolahan
error: Content is protected !!