Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HIBURAN, TOKOH & OLAHRAGAHOBI, GAYA HIDUP & KOMUNITASOPINI & ROOM REDAKSIPERISTIWA

“Di Balik Langit Gaza” Guncang Emosi Penonton, Luka Dr. Yumna Jadi Potret Trauma Perang Palestina

66
×

“Di Balik Langit Gaza” Guncang Emosi Penonton, Luka Dr. Yumna Jadi Potret Trauma Perang Palestina

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Monolog Karya Adipatilawe Angkat Luka Kemanusiaan Gaza, Firly RJ Hidupkan Sosok Dokter yang Kehilangan Keluarga Akibat Perang

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Pementasan monolog Di Balik Langit Gaza karya penulis dan sutradara Adipatilawe menghadirkan potret getir kehidupan masyarakat Palestina melalui tokoh Dr. Yumna, seorang dokter perempuan Gaza yang kehilangan suami dan kedua anaknya akibat serangan militer Zionis Israel.

Pertunjukan tersebut tidak hanya menyajikan drama perang, melainkan membedah luka psikologis manusia yang hidup di tengah kehancuran berkepanjangan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Di atas panggung yang sunyi tanpa ledakan dan efek perang besar, sosok Dr. Yumna justru tampil kuat melalui kesunyian, tatapan kosong, serta dialog-dialog emosional yang mengguncang batin penonton.

“Aku masih mendengar suara anak-anakku di antara reruntuhan. Padahal yang tersisa hanya debu dan nama yang tak sempat dipanggil lagi.”

Kalimat tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam pertunjukan yang menggambarkan trauma mendalam seorang ibu yang kehilangan keluarganya di tengah perang.

Trauma Sunyi yang Tidak Pernah Selesai

Karakter Dr. Yumna tidak digambarkan sebagai sosok heroik sempurna. Ia tampil rapuh, lelah, penuh trauma, tetapi tetap bertahan demi merawat korban perang di Gaza.

Monolog ini memperlihatkan bagaimana perang tidak hanya menghancurkan bangunan dan kota, tetapi juga menghancurkan kondisi psikologis manusia.

“Tanganku masih bisa menjahit luka orang lain. Tapi aku tak pernah bisa menjahit kembali hidupku sendiri.”

Dialog tersebut menjadi simbol konflik batin Dr. Yumna sebagai dokter yang harus menyelamatkan nyawa orang lain ketika dirinya sendiri telah kehilangan segalanya.

Dalam naskah, Gaza digambarkan bukan sekadar wilayah konflik, melainkan ruang trauma kolektif yang melahirkan generasi dengan rasa kehilangan berkepanjangan.

“Di Gaza, kami tidak tidur untuk bermimpi. Kami tidur untuk menunggu apakah esok masih hidup.”

Melalui pendekatan minimalis, Adipatilawe membangun emosi lewat kesunyian panggung, bahasa tubuh, serta tekanan psikologis yang perlahan menghantam penonton.

Firly RJ Jalani Riset Mendalam tentang Palestina

Pemeran Dr. Yumna, Firly RJ, mengaku karakter tersebut menjadi salah satu peran paling berat sepanjang perjalanan kariernya sebagai aktor.

Menurut Firly, Dr. Yumna bukan hanya perempuan yang berduka, tetapi manusia yang hidup di tengah lapisan trauma sangat kompleks.

“Yang sulit dari Yumna adalah dia tidak bisa dimainkan hanya dengan kesedihan. Luka batinnya terlalu dalam dan terlalu sunyi,” kata Firly RJ.

Untuk mendalami karakter tersebut, Firly melakukan riset panjang mengenai kehidupan masyarakat Gaza, termasuk mempelajari dokumentasi penyintas perang dan tenaga medis Palestina.

Ia juga mempelajari ekspresi, idiom, hingga cara masyarakat Gaza menahan emosi di tengah konflik berkepanjangan.

“Kami tidak ingin menghadirkan karakter yang terasa dibuat-buat atau sekadar dramatis,” ujarnya.

Firly menyebut tantangan terbesar justru memainkan kesedihan yang tertahan.

“Yumna bukan karakter yang terus berteriak atau menangis. Justru dia lebih banyak diam. Dan diam itu yang berat dimainkan,” katanya.

Pentas Keliling di Empat Kota

Pementasan Di Balik Langit Gaza akan hadir dalam rangkaian pentas keliling Teater Jiwa Jakarta bersama Adara Relief International di sejumlah kota Indonesia.

Jadwal pertunjukan meliputi:

  • Surabaya – 4 Juli 2026
  • Palu – 11 Juli 2026
  • Jakarta – 18 Juli 2026
  • Solo – 6 November 2026

Monolog ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di balik angka korban perang, terdapat manusia-manusia yang berjuang mempertahankan kewarasan, harapan, dan kemanusiaan di tengah dunia yang runtuh. (*)

“Jika dunia masih punya hati, mengapa kami terus dibiarkan menjadi kuburan yang bernapas?”


Poin Utama Berita

  • Monolog Di Balik Langit Gaza mengangkat trauma kemanusiaan di Palestina.
  • Tokoh Dr. Yumna digambarkan sebagai dokter Gaza yang kehilangan keluarga akibat perang.
  • Pertunjukan menyoroti dampak psikologis perang terhadap masyarakat sipil.
  • Firly RJ melakukan riset mendalam tentang kehidupan warga Gaza.
  • Sutradara Adipatilawe menggunakan pendekatan minimalis dan emosional.
  • Pentas keliling akan digelar di Surabaya, Palu, Jakarta, dan Solo.
  • Pertunjukan membawa pesan kemanusiaan dan empati terhadap korban perang Palestina.