Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALINVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Dugaan Keracunan MBG di Jember, Operasional Dapur SPPG Kaliwates Resmi Dihentikan

38
×

Dugaan Keracunan MBG di Jember, Operasional Dapur SPPG Kaliwates Resmi Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KPPG Temukan Fasilitas Dapur Tak Sesuai Standar dan Berpotensi Picu Kontaminasi

JEMBER | Sentrapos.co.id – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Teratai, Kaliwates, menyusul dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 18 siswa TK-PAUD.

Langkah tegas tersebut diambil setelah tim KPPG melakukan inspeksi langsung ke lokasi dapur penyedia makanan program MBG.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah fasilitas dapur yang dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) standar keamanan pangan.

“Setelah kami tinjau, ada beberapa hal yang memang tidak sesuai dengan juknis. Untuk itu, hari ini pengiriman makanan sudah dihentikan,” kata Staf KPPG Jember, Samsudin, Kamis (21/5/2026).

Salah satu temuan utama dalam inspeksi adalah penggunaan grease trap atau penyaring lemak berbahan besi yang dinilai rawan berkarat dan berpotensi memicu kontaminasi makanan.

Padahal, sesuai standar keamanan pangan, fasilitas tersebut seharusnya menggunakan material stainless steel.

“Kenapa tidak dibolehkan besi? Karena rawan berkarat,” ujar Samsudin.

Selain itu, tim KPPG juga menemukan sejumlah catatan terkait sistem penyimpanan bahan baku pangan, pengawasan suhu ruang pengolahan, hingga kondisi gudang penyimpanan basah dan kering.

Pihak KPPG memastikan hasil temuan tersebut telah dilaporkan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti.

Penghentian operasional dapur disebut bersifat sementara hingga hasil uji laboratorium makanan keluar dan seluruh fasilitas diperbaiki sesuai standar.

“Sementara pasti diberhentikan sampai hasil uji makanan keluar,” tegas Samsudin.

Dapur SPPG Kaliwates baru diperbolehkan kembali beroperasi apabila seluruh fasilitas telah memenuhi standar keamanan dan dinyatakan layak.

Kasus dugaan keracunan ini sebelumnya mencuat setelah sejumlah siswa TK-PAUD mengalami gejala serupa usai menyantap makanan dari program MBG.

Salah seorang guru, Nila, mengaku awalnya mengira muridnya hanya mengalami penurunan kondisi kesehatan biasa.

Namun, setelah mendatangi rumah sakit, ia menemukan sejumlah anak dari lembaga pendidikan lain mengalami gejala serupa.

“Ternyata dari lembaga lain juga ada yang mengalami gejala yang sama,” ujar Nila.

Kasus ini menjadi perhatian serius terkait pengawasan mutu dan standar higienitas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Keamanan pangan dalam program gizi anak menjadi faktor penting yang harus dijaga agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat tanpa membahayakan kesehatan penerima.

Pihak terkait kini masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. (*)


Poin Utama Berita

  • Operasional dapur SPPG Kaliwates dihentikan sementara.
  • Langkah dilakukan setelah dugaan keracunan 18 siswa TK-PAUD.
  • KPPG menemukan fasilitas dapur tidak sesuai standar.
  • Grease trap berbahan besi dinilai rawan memicu kontaminasi.
  • Pemeriksaan juga menemukan masalah penyimpanan bahan pangan dan suhu ruangan.
  • Dapur baru boleh beroperasi setelah hasil uji makanan keluar.
  • Kasus menjadi sorotan terkait keamanan program MBG.