OAKLAND, AS | Sentrapos.co.id — Pendiri Tesla dan tokoh teknologi dunia, Elon Musk, kembali memicu perdebatan global usai menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi melampaui kecerdasan manusia pada tahun 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam persidangan gugatan yang ia ajukan terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, di Pengadilan Distrik AS, Oakland.
“Perkembangan AI jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Ada kemungkinan besar AI melampaui manusia dalam waktu dekat,” tegas Musk.
AI Disebut Seperti “Anak yang Tumbuh”
Musk mengibaratkan perkembangan AI seperti anak yang tumbuh menjadi dewasa dan sulit dikendalikan.
“Ketika anak itu sudah dewasa, Anda tidak bisa lagi mengendalikannya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tantangan utama bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi bagaimana memastikan AI memiliki nilai kejujuran dan integritas sebelum mencapai tahap Artificial General Intelligence (AGI).
Gugatan Besar: OpenAI Dituding Menyimpang
Dalam persidangan, Musk menuduh OpenAI telah menyimpang dari misi awal sebagai organisasi nirlaba yang bertujuan untuk kepentingan umat manusia.
Ia juga menyeret nama Greg Brockman serta Microsoft sebagai pihak yang turut mengubah arah organisasi menjadi lebih komersial.
“OpenAI kini lebih berorientasi profit dan tidak lagi sesuai dengan tujuan awalnya,” ungkap Musk.
Dampak Besar: Masa Depan OpenAI Dipertaruhkan
Kasus ini dinilai berpotensi mengguncang industri AI global. Selain tuntutan ganti rugi fantastis lebih dari 134 miliar dolar AS, gugatan ini juga bisa memengaruhi rencana IPO OpenAI.
Sejumlah analis bahkan memprediksi kemungkinan perubahan besar, mulai dari restrukturisasi organisasi hingga pergantian kepemimpinan jika Musk memenangkan perkara ini.
Sejarah Konflik Musk vs OpenAI
Musk dan Altman diketahui merupakan pendiri OpenAI pada 2015. Namun, perbedaan visi membuat Musk keluar pada 2018 dan menghentikan pendanaan.
Sejak itu, OpenAI berkembang pesat dengan produk seperti ChatGPT serta dukungan investasi besar dari Microsoft.
Ketegangan keduanya memuncak sejak 2023, dengan Musk kerap mengkritik OpenAI sebagai perusahaan tertutup yang berorientasi keuntungan.
Respons OpenAI dan Microsoft
Pihak OpenAI membantah seluruh tuduhan Musk dan menyebut gugatan tersebut tidak berdasar.
Sementara itu, Microsoft juga menolak keterlibatan dalam dugaan penyimpangan misi organisasi.
“Tuduhan ini tidak berdasar dan merupakan serangan terhadap perusahaan,” demikian pernyataan OpenAI.
Persidangan diperkirakan berlangsung selama tiga minggu, dengan agenda menghadirkan saksi penting termasuk Musk, Altman, Greg Brockman, hingga CEO Microsoft, Satya Nadella.
Jika OpenAI dinyatakan bersalah, sidang lanjutan terkait langkah perbaikan akan dimulai pada 18 Mei 2026.
Alarm Global: Siapa Mengendalikan AI?
Kasus ini mempertegas kekhawatiran dunia terkait siapa yang berhak mengendalikan perkembangan AI dan bagaimana regulasi harus diterapkan.
Dengan percepatan teknologi yang luar biasa, peringatan Musk menjadi sinyal serius bahwa masa depan AI tidak hanya soal inovasi, tetapi juga soal kendali dan etika. (*)
Poin Utama Berita
- Elon Musk prediksi AI bisa melampaui manusia pada 2027
- Gugatan besar terhadap OpenAI, Sam Altman, dan Microsoft
- Tuduhan penyimpangan dari misi nirlaba menjadi profit-oriented
- Nilai gugatan mencapai lebih dari USD 134 miliar
- Potensi dampak besar terhadap IPO dan struktur OpenAI
- Konflik lama Musk vs OpenAI kembali memanas
- Isu global: siapa yang mengendalikan perkembangan AI

















