JAKARTA | Sentrapos.co.id — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali menjadi sorotan terkait pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menegaskan bahwa akses pendidikan bermutu masih belum merata, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku.
Menurutnya, anak-anak di wilayah pulau kecil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Anak-anak di wilayah kepulauan harus mendapat akses pendidikan yang setara. Ini soal keadilan dan masa depan bangsa,” tegas Saadiah, Sabtu (2/5/2026).
Kekurangan Guru Jadi Masalah Utama
Saadiah menyoroti bahwa salah satu persoalan mendasar di daerah adalah minimnya tenaga pendidik yang memadai.
“Pemenuhan jumlah guru menjadi kunci utama agar generasi muda bisa berkembang dan meraih cita-cita mereka,” ujarnya.
Kondisi ini dinilai menjadi hambatan serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
Pendidikan dan Kesejahteraan Saling Berkaitan
Saadiah juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat.
“Pendidikan adalah jembatan strategis menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” katanya.
Momentum Hardiknas disebut tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga refleksi perjuangan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan.
Tantangan Era Digital dan AI
Dalam kesempatan itu, Saadiah mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan.
Ia menilai masyarakat harus terus belajar dan beradaptasi agar tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi.
“Kemampuan beradaptasi menjadi syarat mutlak agar tenaga kerja tidak tergantikan oleh teknologi,” jelasnya.
Dorongan untuk Generasi Muda dan Dunia Pendidikan
Saadiah menekankan pentingnya peningkatan kreativitas, keterampilan, dan inovasi di kalangan generasi muda.
Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan—guru, orang tua, dan masyarakat—untuk terbuka terhadap perubahan.
“Generasi muda harus meningkatkan kemampuan dan kreativitas. Semua pihak harus terbuka terhadap perkembangan teknologi,” pungkasnya. (*)
Poin Utama Berita
- Saadiah Uluputty soroti ketimpangan pendidikan di wilayah Maluku
- Akses pendidikan berkualitas di daerah kepulauan masih terbatas
- Kekurangan guru jadi masalah utama pendidikan daerah
- Pendidikan disebut sebagai kunci kesejahteraan masyarakat
- Hardiknas 2026 jadi momentum refleksi nasional
- Perkembangan AI ubah dunia kerja secara signifikan
- Generasi muda dituntut adaptif, kreatif, dan inovatif

















