Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
CEREMONIALDAERAH | REGIONALHOBI, GAYA HIDUP & KOMUNITASPERISTIWA

Penyekatan Total Perbatasan! 1.989 Personel Gabungan dan Brimob Kepung Titik Rawan PSHT Tulungagung

21
×

Penyekatan Total Perbatasan! 1.989 Personel Gabungan dan Brimob Kepung Titik Rawan PSHT Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Polres Tulungagung Siapkan Water Canon Hingga Sanksi Tegas Terukur Guna Halau Massa Penggembira Luar Kota dalam Pengesahan Warga Baru PSHT di Lapangan Balerejo.
TULUNGAGUNG, Sentrapos.co.id – Sebanyak 1.989 personel gabungan berskala besar dikerahkan untuk mengawal ketat jalannya acara pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Tulungagung. Guna mengantisipasi terjadinya gesekan dan mobilisasi massa yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas, aparat kepolisian turut mendapat dukungan penuh dari pasukan Brimob dan Samapta Polda Jawa Timur.
Pengamanan super ketat ini disebar secara masif pada sejumlah titik rawan yang telah dipetakan, mulai dari kawasan pusat kota hingga wilayah selatan Tulungagung seperti Kecamatan Bandung, Besuki, dan Pakel. Fokus utama pengamanan berpusat di lokasi pelaksanaan acara, yakni di Lapangan Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung. Petugas juga menyiagakan kendaraan taktis water canon di lokasi strategis sebagai langkah antisipasi urai massa.
“Malam ini personel gabungan kami tempatkan di titik rawan yang sudah kami tentukan. Kami juga melakukan penyekatan ketat di seluruh wilayah perbatasan perbatasan Tulungagung-Trenggalek, Tulungagung-Kediri, dan Tulungagung-Blitar untuk mencegah masuknya penggembira dari luar kota.”
Iptu Nanang Murdiyanto, Kasihumas Polres Tulungagung, Selasa (16/6/2026).

Secara rinci, kekuatan lini depan pengamanan ini terdiri dari 863 personel Polres Tulungagung, 103 personel gabungan Kodim 0807 dan Polisi Militer (PM), serta 150 personel elit Satuan Brimob Polda Jatim. Sisa kekuatan tempur lainnya merupakan kolaborasi dari Dinas Perhubungan, tim medis, petugas pemadam kebakaran, serta bantuan dari pengamanan internal (Pamter) perguruan pencak silat itu sendiri.
Pihak kepolisian mengeluarkan instruksi edukatif sekaligus peringatan keras bagi seluruh anggota perguruan silat untuk menahan diri. Para pesilat dilarang keras melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor roda dua, penggunaan knalpot brong, maupun tindakan provokatif di jalan raya yang dapat memicu konflik antarkelompok.
Polres Tulungagung menegaskan tidak akan ragu melakukan tindakan tegas dan terukur di lapangan jika ditemukan adanya pelanggaran hukum atau aksi kriminalitas selama acara berlangsung. Seluruh komponen masyarakat dan tokoh pencak silat juga diminta berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah, baik selama pelaksanaan pengesahan maupun pascaacara selesai demi kenyamanan warga Tulungagung. (*)

Poin Utama Berita
  • Pengerahan Pasukan Raksasa: Sebanyak 1.989 personel gabungan termasuk pasukan Brimob Polda Jatim resmi diterjunkan di Tulungagung.
  • Penyekatan Jalur Perbatasan: Akses masuk dari arah Trenggalek, Kediri, dan Blitar ditutup ketat bagi massa penggembira luar kota.
  • Zona Rawan Dijaga: Pengamanan ketat menyasar area kota hingga wilayah selatan meliputi Kecamatan Bandung, Besuki, dan Pakel.
  • Pusat Kegiatan: Pengesahan warga baru PSHT dipusatkan di Lapangan Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung.
  • Kendaraan Taktis Siaga: Unit armada water canon disiagakan penuh sebagai instrumen pengendalian massa di lapangan.
  • Sanksi Hukum Tegas: Polres Tulungagung mengancam tindakan tegas terukur bagi oknum pesilat yang nekat melakukan konvoi dan provokasi.