Korban YTR Ditemukan Kritis di RSHS Setelah Dibuang Pria Misterius, Penjaga Kos Bongkar Kesaksian Kamar Sering Dikunci dari Luar.
BANDUNG, Sentrapos.co.id – Tabir gelap kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, akhirnya mulai terkuak ke publik. Korban yang sempat dinyatakan hilang kontak oleh pihak keluarga sejak tahun 2023 silam, ditemukan dalam kondisi kritis dan menderita luka fisik yang sangat serius akibat tindakan kekerasan.
Setelah tiga tahun tanpa kabar, pihak keluarga mendadak menerima informasi bahwa YTR sedang menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Korban kabarnya dibawa oleh seorang pria misterius berinisial T, yang kemudian langsung melarikan diri dan meninggalkan korban begitu saja di rumah sakit. Kasus ini kini resmi ditangani pihak kepolisian setelah keluarga korban membuat Laporan Polisi (LP) ke Mapolda Jawa Barat.
“Diduga mendapat perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, dan senjata tajam. Kasus saat ini sedang diselidiki secara mendalam oleh tim penyidik.”— Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Selasa (16/6/2026).
Fakta memilukan mengenai kondisi korban diperkuat oleh kesaksian Resa (40), seorang penjaga rumah kos tempat korban diduga disekap. Resa mengaku sudah menaruh kecurigaan tinggi sejak pertama kali korban datang ke kosan tersebut pada 9 Maret 2026. Saat pertama tiba, kondisi fisik YTR sudah sangat lemah dan tidak berdaya hingga harus dipapah untuk bisa masuk ke dalam kamarnya.
Selama berbulan-bulan tinggal di sana, YTR hampir tidak pernah diizinkan keluar kamar oleh pria yang bersamanya. Resa bahkan kerap memergoki pintu kamar korban sengaja dikunci dari luar menggunakan gembok setiap kali pria pendampingnya pergi meninggalkan area kos. Situasi mencekam ini diperparah oleh pengakuan penghuni kos lain yang sering mendengar suara benturan keras dari dalam kamar korban, meskipun korban diduga tidak berani berteriak karena berada di bawah ancaman.
Kasus penyiksaan keji ini akhirnya terbongkar setelah kondisi kesehatan YTR drop total akibat akumulasi luka parah di sekujur tubuhnya. Korban sempat dilarikan ke RS Ujung Berung untuk mendapat pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung karena membutuhkan penanganan medis yang jauh lebih spesifik. Polisi kini tengah memburu terduga pelaku penganiayaan untuk mengungkap motif utama di balik aksi penyekapan yang berlangsung bertahun-tahun ini. (*)
Poin Utama Berita
- Hilang Tiga Tahun: Korban YTR (29) dinyatakan hilang kontak oleh keluarganya sejak tahun 2023 sebelum akhirnya ditemukan tahun 2026.
- Dibuang di Rumah Sakit: Misteri terungkap setelah pria berinisial T membawa korban ke IGD RSHS Bandung dalam kondisi kritis lalu meninggalkannya.
- Dugaan Penganiayaan Berat: Polda Jabar menemukan indikasi kekerasan fisik menggunakan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam.
- Kesaksian Gembok Kamar: Penjaga kos di Cinunuk membenarkan bahwa kamar korban selalu dikunci dari luar oleh pelaku saat pergi.
- Kondisi Lumpuh: Sejak awal Maret 2026, korban sudah tidak bisa berjalan dan harus dipapah akibat luka fisik yang dideritanya.
- Suara Benturan: Para tetangga kos mengaku sering mendengar suara benturan fisik keras dari arah dalam kamar korban secara berkala.
















