Buntut Tewasnya Lansia di Saluran Air, Pemkot Surabaya Beri Ultimatum Dua Hari kepada Kontraktor dan Kepala Dinas untuk Rombak Total Sistem Keamanan atau Dicopot.
SURABAYA, Sentrapos.co.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara seluruh proyek pengerjaan saluran air dan pemasangan box culvert di wilayah Kota Surabaya. Keputusan ekstrem ini diambil menyusul tragedi maut yang menimpa sepasang lansia pengendara motor di Jalan Margorejo Indah, tepat di depan Plasa Marina, Surabaya. Korban bernama Laila Endriati dilaporkan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang pengerukan, sedangkan suaminya, Edi Parlin, berhasil selamat dari insiden tersebut.
Langkah penghentian massal ini diumumkan langsung oleh Eri Cahyadi setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik proyek strategis, termasuk di Jalan Margorejo dan Jalan Panjang Jiwo. Dalam sidak tersebut, Eri menemukan fakta lapangan yang fatal berupa minimnya sistem pengamanan bagi pengguna jalan. Barikade pengaman (barrier) ditemukan renggang dan tidak ada lampu penanda visual yang memadai.
“Jadi semua proyek pekerjaan box culvert yang ada di jalan, yang dia melakukan pengerukan jalan, ini kan fungsinya untuk pencegahan banjir, itu saya minta untuk dihentikan semuanya. Dilakukan evaluasi untuk melakukan pengamanan-pengamanan terhadap pengerukan-pengerukan yang ada di Kota Surabaya. Seluruh proyek box culvert.”— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, Selasa (16/6/2026).
Eri memberikan tenggat waktu ketat selama dua hari hingga Kamis (18/6/2026) kepada Asisten 2, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta pimpinan proyek (Pimpro) untuk membekukan aktivitas lapangan. Pemkot Surabaya menuntut adanya perubahan metode kerja dari para kontraktor agar pengerukan jalan dilakukan secara bertahap dan tidak dibiarkan menganga terlalu panjang.
Setiap titik pengerukan kini diwajibkan memiliki pembatas yang rapat serta wajib dilengkapi tiang lampu rotari (berputar) agar terlihat jelas dari kejauhan oleh pengendara motor, terutama pada malam hari. Ketergantungan pada Penerangan Jalan Umum (PJU) dinilai tidak cukup untuk mengantisipasi blind spot di area proyek.
Selain aspek keselamatan kerja, evaluasi total juga menyasar pada kualitas akhir proyek (finishing). Eri menyoroti tumpukan material box culvert di pinggir jalan yang mengganggu ruang gerak pengendara, serta penempatan penutup lubang got (manhole) yang kerap tidak rata dengan permukaan aspal asli.
Wali Kota menegaskan bahwa penanganan banjir tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kenyamanan berkendara masyarakat akibat jalanan yang rusak atau bergelombang pasca-proyek selesai. Jika dalam pengecekan ulang pada hari Kamis nanti masih ditemukan pelanggaran standar operasional, Eri memastikan akan menjatuhkan sanksi pemecatan langsung kepada kepala dinas terkait dan pemutusan kontrak kerja bagi vendor kontraktor yang lalai. (*)
Poin Utama Berita
- Penghentian Massal: Wali Kota Eri Cahyadi membekukan sementara seluruh pengerjaan proyek box culvert dan saluran air di Kota Surabaya.
- Tragedi Pemicu: Kebijakan dipicu oleh insiden terceburnya motor lansia di proyek Jalan Margorejo yang menewaskan satu korban jiwa bernama Laila Endriati.
- Temuan Sidak: Hasil inspeksi mendadak di Jalan Panjang Jiwo mengungkap pembatas proyek yang tidak rapat dan nihilnya lampu penanda bahaya.
- Sistem Kerja Baru: Pemkot melarang pengerukan jalur panjang sekaligus dan mewajibkan pemasangan pembatas rapat serta lampu rotari berputar.
- Sorotan Manhole: Kontraktor diwajibkan memastikan penutup saluran (manhole) rata dengan aspal agar jalanan tidak bergelombang (glodakan).
- Ultimatum Copot Jabatan: Kepala Dinas DSDABM dan pimpinan proyek diancam dicopot dari jabatan jika standar keselamatan baru tidak terpenuhi dalam dua hari.
















