Pemkot Surabaya Minta Warga Tetap Tenang, Gambar Pocong Bercelurit yang Viral Dipastikan Hasil Teknologi Artificial Intelligence (AI)
SURABAYA | Sentrapos.co.id – Teror kemunculan pocong yang disebut-sebut membawa celurit dan beredar melalui pesan berantai WhatsApp sempat menghebohkan warga Surabaya. Informasi yang menyebar luas di media sosial itu bahkan memicu keresahan masyarakat karena diklaim terjadi di kawasan Mulyorejo Utara, Surabaya.
Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kabar tersebut tidak benar dan merupakan informasi hoaks yang diperkuat dengan gambar hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI).
Pesan berantai yang beredar menyebutkan adanya sosok pocong jadi-jadian yang mengetuk pintu rumah warga pada tengah malam di kawasan Jalan Mulyorejo Utara No. 172, Kecamatan Mulyorejo. Dalam pesan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak membuka pintu apabila mendengar ketukan setelah pukul 00.00 WIB.
Belakangan diketahui, foto yang digunakan dalam pesan viral tersebut merupakan gambar buatan AI dan tidak memiliki dasar fakta maupun bukti kejadian nyata.
Menanggapi fenomena tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Jadi kalau itu cuma (hasil) aplikasi, ya ojo digede-gedekno (jangan dibesar-besarkan) lah. Karena semua itu sekarang bisa dilakukan melalui teknologi,” kata Armuji di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026).
Menurut Armuji, perkembangan teknologi digital saat ini memungkinkan siapa saja membuat gambar maupun konten visual yang tampak nyata meskipun sebenarnya tidak pernah terjadi.
Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
“Dan teknologi itu jangan sampai menipu kita dan sampai kita terjebak dengan hal-hal semacam itu. Karena itu kan hal-hal yang hoaks ya. Jadi enggak perlu kita tanggapi secara serius,” tuturnya.
Pemkot Surabaya juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah maraknya penyebaran informasi palsu yang dapat memicu kepanikan publik.
Armuji menegaskan bahwa warga tidak perlu takut terhadap kabar yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Ia meminta masyarakat tetap tenang serta selalu melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi kepada orang lain.
“Imbauannya enggak usah wedi karo pocong lah (jangan takut dengan pocong),” pungkasnya.
Fenomena viralnya “pocong AI” ini menjadi pengingat bahwa masyarakat harus semakin bijak menggunakan media sosial. Di era kecerdasan buatan, kemampuan membedakan informasi fakta dan manipulasi digital menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat meresahkan masyarakat. (*)
Poin Utama Berita
- Pesan berantai tentang pocong bercelurit viral di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur.
- Lokasi yang disebut dalam pesan berada di kawasan Mulyorejo Utara, Surabaya.
- Gambar pocong yang beredar dipastikan merupakan hasil Artificial Intelligence (AI).
- Pemkot Surabaya menegaskan informasi tersebut adalah hoaks dan tidak perlu dipercaya.
- Plh Wali Kota Surabaya Armuji meminta masyarakat tidak mudah terjebak informasi menyesatkan.
- Warga diimbau meningkatkan literasi digital dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi.
- Pemkot meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik terhadap kabar viral yang belum terbukti.

















