Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Kemdiktisaintek Gandeng BPS Perkuat Data Pendidikan Tinggi, Bantuan Kuliah Tepat Sasaran dan Berbasis Fakta

31
×

Kemdiktisaintek Gandeng BPS Perkuat Data Pendidikan Tinggi, Bantuan Kuliah Tepat Sasaran dan Berbasis Fakta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Menteri Brian Yuliarto dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti membahas integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyelarasan data partisipasi perguruan tinggi, hingga penguatan kebijakan pendidikan tinggi berbasis data untuk memperluas akses kuliah bagi masyarakat.

Kemdiktisaintek Gandeng BPS Perkuat Data Pendidikan Tinggi, Bantuan Kuliah Tepat Sasaran dan Berbasis Fakta

JAKARTA, Sentrapos.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat transformasi tata kelola pendidikan tinggi melalui pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) guna mendukung penyusunan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, pada Selasa (16/6/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis mulai dari pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sinkronisasi data Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi, hingga pengembangan sistem informasi pendidikan tinggi yang lebih terintegrasi.

Data Akurat Jadi Kunci Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan tinggi tidak dapat dilepaskan dari dukungan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kebijakan pendidikan yang efektif harus dibangun berdasarkan kondisi nyata masyarakat sehingga program bantuan pendidikan dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.

“Peningkatan akses pendidikan tinggi memerlukan dukungan data yang kuat. Melalui kolaborasi dengan BPS, kami ingin memastikan setiap kebijakan yang disusun benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” tegas Brian Yuliarto.

Ia menjelaskan bahwa data tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perencanaan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan pendidikan, termasuk beasiswa dan dukungan pembiayaan kuliah bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Integrasi DTSEN Perkuat Ketepatan Sasaran Program Pendidikan

Salah satu fokus utama kerja sama antara Kemdiktisaintek dan BPS adalah pemanfaatan DTSEN sebagai basis verifikasi dan validasi penerima program bantuan pendidikan.

Melalui integrasi data tersebut, pemerintah berharap proses penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran.

Selain itu, sinkronisasi data partisipasi pendidikan tinggi juga menjadi langkah penting untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pendidikan nasional.

Data yang terintegrasi diharapkan mampu membantu pemerintah mengidentifikasi daerah, kelompok masyarakat, dan wilayah yang masih membutuhkan intervensi kebijakan untuk meningkatkan akses kuliah.

Pendekatan berbasis data dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

BPS Siap Dukung Kebijakan Pendidikan Berbasis Bukti

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan kesiapan lembaganya dalam mendukung kebutuhan data lintas sektor, termasuk sektor pendidikan.

Menurutnya, BPS terus berkomitmen menyediakan statistik yang berkualitas, relevan, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah.

Kolaborasi antara BPS dan Kemdiktisaintek diharapkan mampu memperkuat ekosistem data nasional sekaligus meningkatkan efektivitas berbagai program pembangunan sumber daya manusia.

Menuju Tata Kelola Pendidikan Tinggi yang Modern dan Tepat Sasaran

Penguatan sinergi antara Kemdiktisaintek dan BPS menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun tata kelola pendidikan tinggi yang modern, transparan, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Dengan dukungan data yang semakin terintegrasi, pemerintah optimistis program peningkatan akses pendidikan tinggi dapat berjalan lebih efektif, mempersempit kesenjangan pendidikan, serta membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional di masa depan. (*)

Poin Utama Berita

  • Kemdiktisaintek dan BPS memperkuat kerja sama integrasi data pendidikan tinggi.
  • Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan dimanfaatkan untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan pendidikan.
  • Menteri Brian Yuliarto menegaskan kebijakan pendidikan harus berbasis data dan kondisi riil masyarakat.
  • Sinkronisasi data Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi menjadi fokus pembahasan.
  • BPS siap menyediakan data statistik berkualitas untuk mendukung kebijakan pendidikan nasional.
  • Integrasi data diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
  • Pemerintah mendorong tata kelola pendidikan tinggi yang modern, transparan, dan berbasis bukti.
  • Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.