Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALINVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Viral Video Dugaan Pelanggaran Etika Mahasiswa Unair di Ruang Kelas, Kampus Bentuk Komisi Etik dan Lakukan Pendalaman

60
×

Viral Video Dugaan Pelanggaran Etika Mahasiswa Unair di Ruang Kelas, Kampus Bentuk Komisi Etik dan Lakukan Pendalaman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Viral Video Dugaan Pelanggaran Etika Mahasiswa Unair di Ruang Kelas, Kampus Bentuk Komisi Etik dan Lakukan Pendalaman

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Sebuah video yang diduga memperlihatkan dua mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan pelanggaran etika di dalam ruang kelas menjadi perbincangan luas di media sosial. Menanggapi beredarnya rekaman tersebut, pihak Universitas Airlangga memastikan kasus telah ditangani secara internal melalui mekanisme etik kampus.

Video berdurasi sekitar 2 menit 15 detik itu disebut direkam di salah satu ruang kelas yang berada di lingkungan kampus. Hingga kini, universitas masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk proses perekaman dan penyebaran video tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Universitas Airlangga, Pulung Siswantara, membenarkan bahwa pihak kampus telah menerima laporan terkait video yang beredar.

“Universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar. Peristiwa tersebut melibatkan sesama mahasiswa dan saat ini sedang kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Pulung.


Kampus Dalami Kronologi dan Penyebaran Video

Berdasarkan hasil penelusuran awal, peristiwa tersebut terjadi pada pekan lalu di salah satu ruang kelas di lingkungan Universitas Airlangga.

Namun demikian, pihak universitas menegaskan bahwa proses pemeriksaan tidak hanya berfokus pada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga mencakup asal-usul perekaman hingga penyebaran video ke ruang publik.

“Kami melakukan pendalaman mengenai bagaimana peristiwa itu terjadi, bagaimana proses perekaman dilakukan, hingga bagaimana video tersebut dapat tersebar di media sosial,” jelas Pulung.

Universitas menegaskan seluruh proses dilakukan secara objektif, berlandaskan ketentuan akademik, kode etik mahasiswa, serta prinsip perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat.


Sanksi Menunggu Hasil Pemeriksaan Komisi Etik

Pihak kampus menyatakan belum mengambil keputusan mengenai bentuk sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terlibat.

Keputusan akan ditetapkan setelah Komisi Etik Universitas Airlangga menyelesaikan proses pemeriksaan dan memperoleh fakta secara menyeluruh.

Universitas memastikan setiap keputusan nantinya akan mengacu pada peraturan akademik dan tata tertib kemahasiswaan yang berlaku.

“Penetapan sanksi masih menunggu hasil pendalaman dan rekomendasi dari Komisi Etik,” tegas pihak universitas.


Pengingat Penting tentang Etika Digital

Kasus ini juga menjadi pengingat penting mengenai etika berperilaku di lingkungan pendidikan dan etika penggunaan media digital.

Penyebaran rekaman yang melibatkan individu tanpa persetujuan berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun pelanggaran terhadap hak privasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan kembali video yang beredar dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak yang berwenang.

Lingkungan perguruan tinggi diharapkan tetap menjadi ruang yang menjunjung tinggi integritas, etika akademik, serta saling menghormati antarwarga kampus.

“Kampus merupakan ruang pendidikan yang harus dijaga bersama. Penyelesaian persoalan dilakukan melalui mekanisme etik, sementara masyarakat diharapkan bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan konten yang melanggar privasi.” (*)


Poin Utama Berita

  • Video yang diduga memperlihatkan pelanggaran etika oleh dua mahasiswa Universitas Airlangga viral di media sosial.
  • Pihak Universitas Airlangga membenarkan adanya laporan dan telah menangani kasus melalui Komisi Etik.
  • Kampus masih mendalami kronologi kejadian, proses perekaman, serta penyebaran video.
  • Keputusan mengenai sanksi belum ditetapkan dan menunggu hasil pemeriksaan internal.
  • Masyarakat diimbau tidak menyebarkan ulang video demi menghormati privasi dan mendukung proses penanganan yang objektif.