Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPERISTIWAVIRAL

Viral Kali Gendong Dipenuhi Sampah, Pramono Anung Ungkap Penyebab: Dampak Gangguan TPST Bantar Gebang Mulai Teratasi

11
×

Viral Kali Gendong Dipenuhi Sampah, Pramono Anung Ungkap Penyebab: Dampak Gangguan TPST Bantar Gebang Mulai Teratasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Video yang memperlihatkan tumpukan sampah memenuhi kawasan Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara, viral di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memicu perhatian publik setelah memperlihatkan sejumlah warga diduga membuang sampah sembarangan langsung ke aliran kali.

Dalam video yang beredar pada Minggu (21/6/2026), terlihat tumpukan sampah menggunung di sekitar jembatan hingga memenuhi bantaran kali. Beberapa warga yang melintas bahkan tampak melempar kantong sampah ke sungai sehingga memperparah kondisi lingkungan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Fenomena tersebut kembali memunculkan sorotan mengenai persoalan pengelolaan sampah di Ibu Kota sekaligus rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pramono Anung: Penumpukan Sampah Dipicu Kendala di TPST Bantar Gebang

Menanggapi viralnya kondisi tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa penumpukan sampah di sejumlah titik terjadi akibat adanya gangguan operasional di TPST Bantar Gebang, sehingga distribusi pengangkutan sampah sempat mengalami hambatan.

“Memang kemarin karena Bantar Gebang sempat ada masalah, jadi beberapa tempat memang terjadi tumpukan sampah,” ujar Pramono Anung kepada wartawan usai pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas di Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jakarta memastikan penanganan sampah terus dilakukan secara bertahap dan kondisi di lapangan mulai menunjukkan perbaikan.

Menurut Pramono, sebagian besar lokasi yang sebelumnya mengalami penumpukan kini berangsur kembali normal setelah pengangkutan kembali berjalan.

“Alhamdulillah sekarang ini penanganannya sudah bisa diatasi. Hampir di semua daerah yang terjadi penumpukan, secara perlahan mengalami penurunan,” jelasnya.

Jakarta Angkut Ribuan Ton Sampah Setiap Hari

Pramono mengungkapkan, volume sampah Jakarta masih tergolong sangat tinggi. Setiap hari, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah yang diangkut menggunakan kurang lebih 1.200 truk menuju TPST Bantar Gebang.

Saat ini, jumlah armada yang beroperasi mencapai hampir 1.000 truk per hari, sementara pemerintah terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang secara signifikan.

Target Mulai 1 Agustus, Hanya Sampah Residu Dikirim ke Bantar Gebang

Pemerintah Provinsi Jakarta juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Pramono menyampaikan bahwa mulai 1 Agustus 2026, sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang ditargetkan hanya berupa sampah residu, sementara sampah organik maupun yang masih dapat didaur ulang akan dipilah terlebih dahulu.

“Kami menargetkan mulai 1 Agustus yang dikirim ke Bantar Gebang hanyalah residunya,” tegas Pramono.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan volume sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah di Jakarta.

Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci

Selain peningkatan sistem pengangkutan dan pengolahan sampah, pemerintah juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Aksi membuang sampah sembarangan ke sungai dinilai tidak hanya memperburuk pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta optimalisasi pengelolaan sampah, diharapkan persoalan penumpukan sampah di Jakarta dapat diminimalkan secara berkelanjutan.


Sumber: Keterangan Gubernur Jakarta Pramono Anung dan informasi yang beredar pada Minggu (21/6/2026). (*)


Poin Utama Berita

  • Viral video Kali Gendong di Penjaringan dipenuhi tumpukan sampah.
  • Rekaman memperlihatkan warga membuang sampah langsung ke sungai.
  • Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut penyebabnya akibat gangguan operasional TPST Bantar Gebang.
  • Penanganan tumpukan sampah diklaim mulai menunjukkan hasil.
  • Jakarta mengangkut sekitar 9.000 ton sampah setiap hari menggunakan hampir 1.200 truk.
  • Saat ini sekitar 1.000 armada pengangkut masih beroperasi setiap hari.
  • Mulai 1 Agustus 2026, Jakarta menargetkan hanya mengirim sampah residu ke TPST Bantar Gebang.
  • Pemerintah mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga lingkungan dan mencegah banjir.