Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Pramono Resmikan Dua Embung di Jaksel, Klaim Mampu Kurangi Banjir hingga 20 Persen

46
×

Pramono Resmikan Dua Embung di Jaksel, Klaim Mampu Kurangi Banjir hingga 20 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan dua embung baru di wilayah Jakarta Selatan, yakni Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah, Selasa (19/5/2026).

Kedua embung tersebut diklaim mampu membantu mengurangi potensi genangan dan banjir di wilayah sekitar hingga 10 sampai 20 persen saat hujan deras mengguyur ibu kota.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Ini catchment-nya akan mengurangi debit atau banjir di lokasi setempat antara 10 sampai 20 persen,” kata Pramono saat peresmian di Jakarta Selatan.

Menurut Pramono, pembangunan embung menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat sistem pengendalian banjir dan genangan di kawasan padat penduduk.

Namun, ia menegaskan keberhasilan infrastruktur pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, melainkan juga perawatan jangka panjang.

“Jangan kemudian kita bisa membangun tetapi tidak bisa merawat. Salah satu problem kita adalah hal yang berkaitan dengan merawat apa yang kita bangun,” ujar Pramono.

Minta Perawatan Embung Dilakukan Maksimal

Pramono meminta seluruh jajaran terkait melakukan perawatan rutin terhadap Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah agar fungsi pengendalian air tetap berjalan optimal.

“Untuk Embung Jagakarsa dan kemudian Srengseng Sawah, saya minta betul maintenance-nya dilakukan secara baik,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar menjelaskan Embung Jagakarsa mulai dibangun sejak 2023 dan dilanjutkan penataan kawasan pada 2025.

Embung tersebut disebut memiliki kapasitas tampung air mencapai 13.692 meter kubik dengan luas daerah tangkapan air atau catchment area sekitar 561 hektare.

“Embung ini dapat membantu mengurangi genangan di wilayah RW 05 dan RW 06 Kelurahan Lenteng Agung,” kata Anwar.

Jadi Infrastruktur Vital Pengendali Banjir

Sedangkan Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah mulai dibangun pada 2024 dan selesai ditata pada 2025.

Embung ini memiliki kapasitas tampung hingga 34.872 meter kubik dengan luas catchment area mencapai 374,73 hektare.

Menurut Anwar, keberadaan embung tersebut menjadi salah satu infrastruktur vital dalam sistem pengendalian banjir di Jakarta Selatan.

Selain memiliki fungsi teknis sebagai sarana pengendalian banjir dan konservasi air, kedua embung juga dirancang sebagai ruang terbuka hijau dan fasilitas publik bagi masyarakat.

“Keberadaan kedua embung ini tidak hanya memiliki fungsi teknis sebagai sarana pengendali banjir dan genangan, tetapi juga sebagai ruang terbuka hijau serta fasilitas publik,” ungkap Anwar.

Warga nantinya dapat memanfaatkan kawasan embung untuk berolahraga, bermain, hingga berekreasi bersama keluarga.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pembangunan embung dan optimalisasi sistem drainase mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir yang kerap melanda ibu kota saat musim hujan. (*)


Poin Utama Berita

  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan dua embung di Jakarta Selatan.
  • Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah diklaim mampu mengurangi banjir hingga 20 persen.
  • Pramono menekankan pentingnya perawatan infrastruktur pengendali banjir.
  • Embung Jagakarsa memiliki kapasitas tampung 13.692 meter kubik.
  • Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah mampu menampung 34.872 meter kubik air.
  • Kedua embung menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir Jakarta Selatan.
  • Embung juga difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan fasilitas publik.
  • Warga dapat memanfaatkan kawasan embung untuk olahraga dan rekreasi.